Kampus

PMII Peringati 23 Tahun Wafatnya Mahbub Djunaedi

TASIKMALAYA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya memperingati 23 tahun wafatnya Mahbub Djunaedi di Gedung PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr. Soekardjo 47, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Dengan tema “Darimu Semua Ini Bermula”, dibedah bagaimana kiprah pendiri PMII itu sampai akhir hayatnya.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kota Tasikmalaya, M Hasan Asyari didaulat sebagai pemberi kisah. Ia menceritakan bahwa Mahbub selain aktifis, juga jurnalis. Selepas dari PMII, ujarnya, Mahbub pernah menjadi Pimpinan Redaksi Duta Masyarakat dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 1965.

“Bisa dibayangkan diera carut marutnya politik Indonesia, beliau sudah menjadi Ketua PWI. Ini yang kita lupakan,” kata Hasan.

Membicarakan tokoh kelahiran 22 Juli 1933 yang wafat pada 1 Oktober 1995 ini memang sulit diterka muara pergerakannya. Ketokohan Mahbub dibanyak sektor sebagai bukti Mahbub aktifis yang tidak lekang oleh peradaban jaman.

“Termasuk berhasil duduk di parlemen sebagai anggota DPR GR bentukan Soekarno,” ucapnya.

Maka tak heran, tutur Hasan, nama Mahbub Djunaedi terus dikenang yang bukan hanya oleh para aktifis PMII, tapi para jurnalis Indonesia yang memberi warna literasi sastra ke Indonesiaan.

“Ingatlah Mahbub Djunaidi, maka kau akan mendapat sesuatu,” pesannya.

Para aktifis PMII pun menundukkan kepala seraya berdo’a semoga spirit Mahbub Djunaedi menjelma di Kota Tasikmalaya.

Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Imam Farid akan menjadikan Haul Mahbub Djunaedi sebagai agenda tahunan PMII Kota Tasikmalaya. Jika hari ini seolah telat, tahun depan harus tepat waktu dan lebih banyak melibatkan para pihak.

“Mahbub Djunaedi bukan milik PMII saja. Beliau milik rakyat Indonesia,” ujar Imam. (Miftah Hurrizki)

Baca Juga  BEM STHG Tasikmalaya Silaturahmi Dengan Polres Tasikmalaya Kota
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close