Polres Aceh Selatan : Stop Perburuan Harimau Sumatera!

oleh -

ACEH SELATAN – Pelaksanaan peringatan tiger day (hari harimau) sedunia di Kabupaten Aceh Selatan dilaksanakan di Taman Pala Indah reklamasi pantai RTH Kabupaten Aceh Selatan Tapaktuan pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2019,
yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 29 Juli setiap tahunnya diundurkan pada tanggal 4 Agustus karena satu dan lain hal .

Panitia pelaksana dalam laporannya yang disampaikan oleh Kabid di wilayah I TNGL Kabupaten Selatan Bapak Agung Widodo SH menyatakan Adapun dasar pelaksanaan kegiatan adalah ; undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem, undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang kehutanan serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar.

Maksud diselenggarakannya peringatan tiger day sedunia ini adalah untuk membangun kesadartahuan masyarakat terkait konservasi Harimau Sumatera agar terjaga kelestariannya di alam. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya secara masif untuk mengkampanyekannya, adapun jenis kegiatan yang dilakukan pada peringatan Hari Tiger day sedunia ini adalah fun walk (jalan santai) dan aksi bersih-bersih, lomba mewarnai tingkat TK se kota Tapaktuan dan lomba melukis wajah.

Kepala Balai Besar pada peringatan hari harimau sedunia tahun 2019 di Tapaktuan Kabupaten Selatan mengatakan tema Tiger day “Mari menjaga dan melestarikan harimau sumatera dan satwa yang dilindungi’.

Dalam sambutannya juga kepala Balai Besar menyatakan bahwa populasi harimau terus menurun akibat berbagai faktor diantaranya adalah perubahan iklim, deforestasi dan perburuan liar.

Perubahan iklim dapat memicu penurunan habitat harimau deportasi atau pengurangan luasan hutan memicu alih fungsi lahan sehingga habitat harimau semakin sempit dan satwa mangsanya pun semakin langka, perburuan liar dan Perdagangan organ-organ tubuh harimau masih terus berlangsung hingga saat ini yang dipicu oleh mitos yang salah yang menganggap bahwa bagian tubuh harimau bisa dikonsumsi sebagai makanan penambahan vitalitas.

Baca Juga :  Pemerintah Akan Revitalisasi Kawasan Transmigrasi

Pada kesempatan itu juga kepala Balai kepala Balai Besar tngl mengucapkan terima kasih kepada mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak dan khususnya kepada Polres Aceh Selatan dan jajaran yang telah berhasil menggagalkan perdagangan kulit harimau pada bulan Juli tahun 2018 yang lalu di akhir sambutan Beliau mengatakan stop perburuan harimau sumatera tutupnya.

Bupati Aceh Selatan yang diwakili oleh T. H.Darisman dalam sambutannya menyampaikan bahwa populasi harimau yang kian waktu terus menurun menyebabkan tercetusnya gerakan hari harimau sedunia tergerusnya kehidupan harimau juga disebabkan maraknya perburuan liar oleh manusia yang membuat raja hutan pun kelaparan nyaris seluruh bagian tubuh harimau yang berharga dari daging tulang taring kuku dan kulit serta beberapa pengobatan tradisional meyakini mujarabnya bagian tubuh macan tersebut untuk menyembuhkan penyakit bupati Aceh Selatan juga mengharapkan agar pada hari peringatan Global Tengger di adalah untuk memastikan harimau mendapat perlindungan yang layak dan habitatnya tetap terjaga dan tidak mengalami kepunahan.

Hal ini dapat terwujud jika kita semua menyadari pentingnya konservasi Harimau pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap upaya konservasi spesies endemik Indonesia ini bertujuan untuk melindungi satwa maupun habitatnya hal-hal demikian sangat perlu dilakukan mengingat habitat dan jalur jelajah harimau Sumatera yang 61,3% berada diluar kawasan konservasi sehingga untuk Pelestarian yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah demikian sambutan bupati Aceh Selatan.

Penulis : Zulhilmi SH
Editor : Mesa

Berikan komentar