Peristiwa

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Perampokan

Aceh Selatan – Kapolres Aceh Selatan Dedy Satsodno ST didampingi Kasat Reskrim, Iptu Zeska Julian Taruna, W.S,S.I.K, pada Konferensi Pers di hadapan sejumlah awak media pada kamis (5/12/19) mengungkapkan Bahwa tersangka 7 orang perampok, 4 orang ditangkap 1 orang terkena timah panah meningal dunia 2 orang melarikan diri yang merupakan pelaku perampokan dengan pemberatan yang terjadi di gampong Ujung Padang Asahan Kecamatan Pasie Raja, di Aula Mapolres Aceh Selatan Kamis 5/11/2019.

Kronologis Kejadian pada hari Senin tgl 02 Desember 2019 pukul 02.30 wib bertempat di Gampong Ujung Padang Asahan Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan telah terjadi perampokan di rumah korban
MAWARDI, 52 tahun, PNS, Gampong Ujung padang Asahan Kec. Pasie Raja Kab. Aceh Selatan.

Pada hari dan tanggal tersebut diatas 2 (dua) orang anak korban sedang tidur di Ruangan TV sedangkan korban beserta istri dan anak korban yang paling kecil didalam kamar.

Selanjutnya para pelaku mencongkel jendela samping rumah dengan menggunakan linggis dan langsung masuk kedalam rumah dan melakukan penyekapan kepada anak – anak korban yang berada di ruangan TV dengan cara menutup mulut dan mata anak –anak korban dengan Lakban dan juga mengikat tangan dan kaki dengan tali selanjutnya para pelaku mengatakan “jangan teriak” sambil menggunakan parang.

Kemudian para pelaku mememinta kepada anak korban untuk menunjukkan kamar Korban yang selanjutnya pelaku mengetuk-ngetuk pintu kamar Korban.dan korban bertanya “ada apa nak” (yang mana korban menduga anaknya).

Pada saat Korban membuka pintu kamar, pelaku yang diduga berjumlah 7 (tujuh) orang langsung masuk kedalam kamar dan menodong korban dan istri korban dengan parang dan pisau sambil mengatakan “Jangan teriak ! Kalau berteriak bapak kami bunuh ! kami hanya butuh uang dan emas”.

Pada saat korban melakukan perlawanan dan berteriak minta “tolong ”, pelaku langsung mukul korban dan langsung mengikat kaki, tangan menggunakan tali dan menutup mulut korban menggunakan lakban kemudian untuk istri korban yang mana pelaku membawanya kedalam kamar untuk memberitahukan dimana disimpan uang dan barang-barang berharga milik korban sambil pelaku menodongkan pisau ke arah badan istri korban.

Selanjutnya pelaku mengacak-acak lemari kamar dan pelaku mendapatkan uang dalam tas yang berjumlah kurang lebih Rp 40.000.000 (empat puluh juta rupiah) yang di simpan korban di bawah tempat tidur. Para pelaku juga mengambil kalung dan anting emas di tubuh istri korban dengan cara menarik secara paksa.

Pada saat pelaku meninggalkan rumah (TKP), Korban berupaya melepaskan ikatan pada kaki dan tangan korban dengan menggunakan pisau yang diambil korban didapur. Kemudian Korban langsung berlari keluar untuk meminta tolong kepada tetangga yaitu sdr.Kafrawi, 29 tahun, buruh tani, Gampong Ujung Padang Asahan Kecamatan Pasie Raja yang merupakan tetangga Korban.

Kemudian Saksi Dedi yang pada saat kejadian berada di warung yang tak jauh dari TKP mengatakan kepada sdr. Kafrawi bahwa dirinya ada melihat mobil warna putih dgn kecepatan tinggi munuju ke arah Kota Fajar.

Mengetahui hal tersebut, saksi Kafrawi bersama korban langsung melakukan pengejaran dan sesampai di Polsek Kluet Utara korban meminta bantuan tentang kejadian yang korban alami.

Selanjutnya Kapolsek Kluet Utara langsung menghubungi Kapolsek Trumon dan Trumon timur untuk menghadang mobil avanza warna putih yang dikendarai oleh para pelaku.

Baca Juga :  Akses Jalan Menuju Karangjaya Putus, 9 Rumah pun Longsor

Dan pada pukul 04.00 wib saat dilakukan penghadangan di Wilayah hukum Polsek Trumon timur oleh personil Polsek dengan cara meletakkan batu besar di tengah jalan tiba-tiba datang mobil Avanza warna putih tersebut yang di beritahukan oleh Kapolsek kluet utara kemudian personil polsek menghentikan mobil akan tetapi pelaku tidak mau menghentikan laju mobil tersebut kemudian disaat mobil tersebut sudah dekat dengan Polsek trumon Timur yang mana sopir a.n yang berinisial SR, turun dari mobil dan langsung tiarap sambil menyerahkan diri, lalu petugas yg awalnya menyebar langsung perlahan mendekati mobil avanza warna putih tersebut.

Dan tiba-tiba salah satu pelaku an berinisial IS (MD) langsung mengambil alih kemudi mobil tersebut dan langsung menekan gas mobil dengan maksud untuk melarikan diri dengan menabrak petugas, setelah itu petugas langsung memberikan tembakan peringatan ke atas namun pelaku berinisial IS (MD) tidak menghiraukannya sehingga petugas melakukan tembakan ke arah mobil dan mengenai pelaku berinisial IS dan mengakibatkan pelaku berinisial IS meninggal dunia.

Pada saat setelah di lakukan penembakan tersebut petugas mencoba mendekati mobil yang di kendarai pelaku, lalu pelaku berinisial SB dan pelaku berinisial AS turun dari mobil lalu bertiarap dan menyerahkan diri sedangkan pelaku berinisial MR turun dari mobil dan melarikan diri ke arah rumah warga, sehingga dilakukan tindakan tegas dan mengenai tangan pelaku berinisial MR dan untuk pelaku berinisial AL dan pelaku berinisial SN melarikan diri dengan membawa barang bukti uang dan emas milik korban didalam tas dan sampai dengan saat ini masih dalam pencarian dikarenakan menurut keterangan pelaku sebelum dilakukan penghadangan oleh personil Polsek Trumon Timur pelaku berinisial AL dan SN tersebut sempat melompat dari mobil sehingga pelaku AL dan SN tidak ditemukan.

Dan setelah melakukan penangkapan terhadap para pelaku beserta barang bukti berupa mobil selanjutnya personil polsek trumon timur langsung mengamankan para pelaku dan barang bukti di Polsek trumon Timur dan untuk emas beserta uang tunai berjumlah Rp 40.000.000,- tidak ditemukan.

Barang-barang yang diambil Pelaku dari korban Uang berjumlah Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah)
2.Emas kalung dan anting-anting sebanyak 4 (empat) Mayam
3.Hand Phone sebanyak 4 (empat) Unit merk Hp android jenis Vivo, hp Android jenis Samsung, hp Android jenis Xiomi, Hp tablet jenis Oppo
4.Rokok sebanyak 10 (sepuluh) Slop
5.Jam Tangan 2 (dua) buah.

Barang bukti yang diamankan di TKP :
1.Tali Rapia.
2. 1 (satu) Lakban besar warna hitam.
3. 1 (satu) lembar baju warna kuning.
4. 2 (dua) buah penutup wajah yang dipakai oleh pelaku
5. 1 (satu) buah masker yang dipakai pelaku
6. 1 (satu) buah Pisau Panjang bersarung
7. 1 (satu) buah Pisau dapur bersarung
8. 2 (dua) bua1 (satu) unit Hp jenis android merk VIVO warna hitam
9. 1 (satu) unit Hp jenis android merk XIAOMI warna Gold
10. 1 (satu) unit Hp jenis android merk SAMSUNG warna putih,
11. 1 (satu) buah tas ransel ukuran sedang warna coklat,
12. 1 (satu) buah jam tangan merk EXPIDITION warna hitam,
13. 2 (dua) slop rokok Surya Gudang Garam,
14. 1 (satu) slop rokok Dji Sam Soe Refil,
15. 1 (satu) slop rokok Sampoerna kecil,
16. 1 (satu) slop rokok Malboro putih, 17. 23 (dua puluh tiga) bungkus rokok Dji Sam Soe biasa,
18. 9 (sembilan belas) bungkus rokok Magnum biru
19. 10 (sepuluh) bungkus rokok U Mild
20. 8 (delapan) bungkus rokok Lucky Strike putih
21. 1 (satu) Buah topi paskibra warna hitam
22. 1 (satu) Pasang sarung tangan warna abu-abu.

Baca Juga :  Kejati Jabar Sudah Kantongi Tersangka Proyek Jembatan Cisinga

Dari keterangan para pelaku bahwa pelaku sering beraksi Lintas Kabupaten/ Kota Barat Selatan. dan data yang di dapat Aceh Jaya Abdya Tapak Tuan Labuhan haji Meukek Kota fajar Subulussalam.

Sat Reskrim Polres Aceh Selatan sudah berkoordinasi dengan Polda dan Polres Jajaran yg mana menindak lanjuti laporan polisi dengan dugaan tersangka diatas sebagai pelaku.

Modus operandi perampok sebagai berikut melaksanakan kegiatannya tertuju sasaran pada rumah dan ruko yg mewah, mencongkel pintu ataupun jendela, beraksi pada malam hari, membawa senjata tajam parang dan menggunakan topeng sejenis sebo ataupun kaos untuk menutupi wajah, korban biasanya disekap, sasaran pada uang, rokok, dan perhiasan, bermain berkelompok, dan menggunakan mobil rental serta bermain lintas kota kabupaten agar tidak mudah terdeteksi.

merupakan cara khusus yang digunakan oleh seorang pelaku tindak kejahatan untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan, sebelum melakukan pencurian pelaku memantau situasi rumah dan membaca situasi

Pencurian tersebut dilakukan pada saat malam hari di jam-jam kecil pada saat korban tertidur agar pelaku lebih mudah untuk melakukan pencurian.

Pelaku Perampokan dan pemberatan
dijerat dengan pasal berlapis
Pasal 363 ke 3e, 4e dank e 5e Jo pasal 365 Ayat (1) Jo Ayat (2) KUHPidana

Acaman Hukuman Pasal 363 ke 3e, 4e dan ke 5e berbunyi :
3e Pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau di pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tanpa diketahui atau tanpa dikehendaki oleh yang berhak
4e Pencurian dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih
5e. Pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk dapat mengambil barang yang hendak dicuri itu, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Jika pencurian yang diterangkan dalam No.3e disertai dengan salah satu hal yang tersebut ke 5e, dijatuhkan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun penjara

Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke 1e, 2e, 3e dan 4e berbunyi :
Ayat (1) Dengan Hukuman penjara selama-lamanya Sembilan tahun, dihukum pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap orang, dengan kamsud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atu jika tertangkap tangan (terpergok) supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya
Ayat (2)Hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun, dijatuhkan :

1e Jika perbuatan itu dilakukan pada waktu malam didalam sebuah rumah atau perkarangan yang tertutup, yang ada rumahnya atau dijalan umum atau didalam kereta api atau trem yang sedang berjalan
2e Jika perbuatan itu dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih
3e. Jika sitersalah masuk ketempat melakukan kejahatn itu dengan jalan membongkar atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.
4e. Jika perbuatan itu menjadikan ada orang mendapatkan luka berat pungkasnya (ZM)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: