Hukum

Polres Tasikmalaya Kota Menolak Laporan Perkara Penghinaan

TASIKMALAYA – Polres Tasikmalaya Kota menolak perkara dengan alasan perkara yang akan dilaporkan telah melanggar Asas Hukum “Ne Bis In Idem”. Erik Sihombing SH sebagai kuasa hukum korban penghinaan dan pencemaran nama baik saat mendampingi kliennya di Polres Tasikmalaya Kota bertanya-tanya, padahal kasusnya belum pernah dilaporkan di kepolisian, apalagi disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya.

” Ini adalah merupakan bentuk ketidakadilan dan telah melanggar hak azasi manusia, karena konstitusi Negara Republik Indonesia telah mengatur bahwa setiap warga negara mendapatkan perlakuan sama di hadapan hukum, disinilah letak ketidakadilan terhadap Kasus Klien klienya” ungkap Erik kepada media 14/04/2020.

Sebagai salah satu pengacara di Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Tasikmalaya, ia sangat kecewa karena di negara demokrasi masih saja ada terjadi penolakan kasus tanpa dasar yang jelas.

Ketika ditanya terkait Ne bis in idem, Erik menjelaskan bahwa selama ini ia tidak pernah merasa ada yang janggal dengan aturan yang berlaku untuk melaporkan kasus tersebut.

” sepengtahuan saya, suatu perkara dianggap “ne bis in idem” apabila terjadi pengulangan perkara dengan obyek, subjek, dan kronologis yang sama, dan telah diputus serta mempunyai kekuatan hukum tetap.

Ia menjelaskan bahwa Kliennya selama ini belum pernah memiliki kasus dan berurusan dengan hukum, ini adalah kasusnya yang pertama kali yang akan dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota.

(Mesa)

Baca Juga :  Warga Kecewa Sidang Gugatan Leuwi Keris Ditunda

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: