Polres Tasikmalaya Memperketat Penjagaan Pasca Serangakain Teror

Setelah serangkaian serangan teror dan bom bunuh diri di beberapa tempat di Indonesia tempo hari lalu, membuat Polres Tasikmalaya kini meningkatkan pengamanan dan penjagaan di depan pintu gerbang masuk kantor Polres Tasikmalaya. Karena menyusul adanya rentetan serangan yang banyak di tujukan ke intansi kepolisian dan petugas, membuat Polres Tasikmalaya berhati-hati agar hal serupa yang pernah terjadi di luar wilayah hukumnya, tidak terjadi di Polres Tasikmalaya. Untuk pengamanan, selain pengamanan yang ketat, kini ditingkatkan pula pemeriksaan kepada masyrakat atau siapapun yang akan masuk ke halaman komplek.

Polres Tasikmalaya juga telah menambah personel pengamanan yang dilengkapi senjata laras panjang dan rompi anti peluru. Menurut salah satu petugas yang kami temui mengatakan, “Bahwa telah disiapkan personel-personel yang memang dilengkapi dengan peralatan-peralatan dan menambah pula jumlah personel, tentu demi keamanan dan kenyamanan serta pencegahan bila suatu waktu terjadi hal yang diluar dugaan,” katanya kepada tim MediaDesa.id (5/18).

Secara keseluruhan, pihak kepolisian di Indonesia memang telah meningkatkan dan mempertebal keamanan di wilayah kerjanya. Tentu demi kewaspadaan sebelum kejadian, pihak kepolisian memang harus mengantisipasi dari awal untuk meningkatkan dan mempertebal keamanan. Namun dari hasil penggalian Tim Media Desa, situasi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya saat ini secara umum masih aman dan kondusif. Karena informasi yang di dapat, bahwa kapolres dan TNI, beserta pemerintahan setempat bersama tokoh agama seperti ulama sudah berkomitmen untuk menjaga kondusifitas Tasikmalaya dari ancaman dan pengaruh radikalisme yang sedang hangat-hangatnya. Tentu membuat kami tim redaksi Media Desa berharap banyak akan keamanan di Tasikmalaya agar tetap kondusif dan masyarakat bisa beraktivitas secara tenang tanpa ada rasa saling curiga.

loading...

Usep Ruyani – MediaDesa.id

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close