Peristiwa

Polri Harus Tegas Tertibkan Seluruh Atribut HTI Dan Tangkap Pelaku Pengibar Bendera

TASIKMALAYA – Aktifis Muda NU Tasikmalaya, Asep Rizal Asyari menegaskan sudah saatnya Polri tegas menertibkan seluruh atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang jelas sudah menjadi organisasi terlarang. Termasuk menangkap pengibar pertama bendera HTI tersebut saat Peringatan Hari Santri di Limbangan Garut.

“Ini saatnya Polri bertindak tegas. HTI sudah menjadi organisasi terlarang sama halnya PKI. Mereka mencoba memanfaatkan momentum menarik simpati kembali,” kata Asep Rizal, Selasa, 23 Oktober 2018.

Menurut Rizal, tak ada ruang bagi HTI hidup di NKRI ini. Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-30.AH.01.08.2017 telah menyatakan sebagai organisasi terlarang di Indonesi.

“Ini agar tidak terulang saja apa yang terjadi di Garut. Mereka hanya bersembunyi dibelakang bendera. Maka yang digembor-gemborkan kata Kalimah Tauhid bukan bendera HTI agar menuai simpati,” ujarnya.

Ketua LBH Ansor Tasikmalaya, Asep A Rofiek menyoroti kajian hukum larangan bagi ormas yang sudah dilarang di NKRI. Rofiek menyatakan pihak yang sengaja membawa seperti larangan diatas dapat dijerat tindak pidana berdasarkan pasal 59 di Perppu No. 2 Tahun 2017 Tentang Ormas.

“Menggunakan nama, lambang, bendera, atau simbol organisasi yang mempunyai persamaan saja tidak boleh. Apalagi ini jelas nyata bendera yang kerap mereka pakai,” tuturnya.

Untuk itu, Rofiek meminta Kepolisian menindak tegas pembawa atribut HTI karena kunci utama ada di pengibar bender tersebut.

“Ya ujung-ujungnya digoreng jadi ke kalimah tauhid, itu udah biasa mainan mereka. Polisi jangan takut, itu bendera HTI yang memanfaatkan kalimah tauhid untuk agenda politik mereka merongrong NKRI,” kata Rofiek. (Mesa)

Baca Juga  Ada Perbaikan, Pasokan Air PDAM Tirta Galuh Ciamis Ditutup
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close