Pendidikan

Pondok Pesantren Darul Hikmah Gratiskan Biaya Mondok Para Santri

TASIKMALAYA – Pondok pesantren Darul Hikmah berdiri pada tanggal 5 Juni 1999, kala itu pondok yang hanya sebuah mesjid kecil dan belum memiliki tempat mondok para santri masih terhitung jari. Namun seiring berjalanya waktu pesantren yang didirikan Aj Anang SM.

Pada tanggal 24 juni tahun 2000 melalui swadaya masyarakat sekitar, berinisiatif mendirikan sebuah pondok. Dan sekarang sudah memiliki tempat mondok para santri yang cukup laik.

Pondok Pesantren yang masih kental salafnya ini terletak di Kampung Neglasari Dusun Mertajaya Desa Parungponteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya menggratiskan biaya hidup para santri di sana.

” Sejak 5 juni 2018 pondok pesantren membuka program pesantren gratis jadi para santri hanya membeli peralatan pribada saja” kata Yusuf M Anwar, salah satu pengurus pondok.

Ketika ditanyai alasan mengadakan program ini, pihaknya sangat berkeinginan membantu para warga yang ingin mondok namun tak punya biaya.

” setelah mengecek di lapangan, ternyata banyak orang-orang yang mau mondok namun terhalang oleh biaya makanya kami berinisiatif membuka pesantren gratis ini” tandasnya.

Menurut Yusuf, warga di lingkungannya sangat aktif berpartisipasi untuk kemajuan agama.

” itukan yang kami berikan kepada para santri adalah sumbangan dari warga sekitar berupa zakat, sedekah mereka” ujar Yusuf.

Hingga sekarang, lanjut Yusuf menuturkan, masyarakat di sini tidak ada satupun yang mengeluh bahkan mereka berbondong-bondong untuk memberi makanan pokok.

” Namun ya mereka (para santri) memasak makanan sendiri, istilahnya ngaliwet kalau tradisi disini. Selain melatih kemandirian para santri, juga meningkatkan sikap sosial mereka di pondok agar terus dipupuk” tambah Yusuf.

Menurut pengakuan salah satu santri yang berasal dari Lampung, Fauzan, ia punya tekad menimba ilmu namun kekurangan biaya.

Baca Juga :  PERGUNU Kabupaten Tasikmalaya Bentuk Koperasi Syari'ah

” Di sini nyaman, dulu pertama kali saya ingin mondok menimba ilmu agama, waktu itu kebingungan karena tak ada biayanya. Saya mendapat kabar dari saudara bahwa di Tasikmalaya ada pondok pesantren gratis, maka saya di sini sampai sekarang” kenang Fauzan.

Saudara saya yang dari lampung, lanjut Fauzan, beliau juga salah satu alumni disini, saya berangkat kesini tahun ke belakang.

Penulis : Mesa

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: