Peristiwa

Preman Garut Sering Memalak Pendaki Gunung Guntur

GARUT – Pendaki Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mengaku dipalak oleh preman saat hendak pulang menggunakan mobil. Para preman kampung itu dalam kondisi mabuk dan memaksa meminta sejumlah uang. Seperti yang dialami Suhendi Mahasiwa Pecinta Alam Unigal.
“Saat kami mendaki di gunung Guntur tiba-tiba kami dihentika tiga orang yang mabuk dan meminta uang Rp 50 ribu per mobil.
Terpaksa kami memberinya karena mengancam akan merusak mobil,” kat Suhendi

Kejadian pemalakan itu di wilayah Citiis. Dan biasanya mereka mencegat mobil di tempat sepi

Danramil Tarogong, Kapten Inf Jaja, mengaku sudah menerima informasi adanya pemalakan tersebut. Namun informasi tersebut baru diterima pihaknya setelah beberapa hari kejadian.

“Seharusnya begitu kejadian melapor ke base camp, biasanya akan dilaporkan ke kami. Kami akan langsung menyisir dan mengamankan pelaku karena sudah meresahkan,” kata Jaja.

Selama ini aksi pemalakan yang dialami pendaki hanya diceritakan ke media sosial. Padahal seharusnya bisa melapor ke aparat agar bisa ditindak lanjuti.

“Jadi ya kita sulit. Tapi dengan adanya kejadian ini menjadi catatan kita juga. Tadi sudah koordinasi juga dengan Kapolsek Tarogong Kaler,” ujarnya.

Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Tito Bintoro menyebut sudah mendapat informasi tersebut dari media sosial.

Menyikapi hal tersebut pihaknya langsung menerjunkan tim dari unit reserse untuk melakukan penyelidikan.

“Secara khusus belum ada yang melakukan pelaporan resmi. Tapi saya sudah perintahkan unit reserse untuk menyelidiki. Biar tidak meresahkan pengunjung lagi,” pungkasnya.

(dab)

Baca Juga :  Dana Hibah Pemkab Tasik 2017 Rp 197,3 Miliar Berpotensi Disalahgunakan

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: