Peristiwa

Preman Gasak Lahan Petani Cikembulan

PANGANDARAN, (MD).- Miris, intimidasi terhadap masyarakat lemah masih terjadi diera reformasi ini. Sejumlah petani di Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran hanya pasrah ketika alat berat menggasak pepohonan.

Sejumlah Preman pun menduduki lahan yang digarap sejak 1980 itu. Dengan perkasanya mereka unjuk kekuatan dengan dalih kuasa Pengembang Perumahan.

Kekerasan pun terjadi. Seorang penggarap, Selamet Suryono (58) dikeroyok, warungya diacak-acak, gelas-gelas dipecahkan, galon air ditendang, pohon pisang ditebas serampangan. Anehnya Polisi juga diam, bahkan korban diseret ke Polsek Cikembulan.

“Ya semua diam karena takut. Mereka ada 30 orangan menyerang Pak Slamet Suryono,” kata saksi Dian Lestari, Kamis (13/9/2018).

Intimidasi kekerasaan terhadap petani di Cikembulan berlangsung sejak Senin (10/9/2018). Alat berat tiba-tiba masuk ke lahan pesisir pantai garapan warga sekitar.

Esok harinya Selasa (11/9/2018), lahan tersebut rata yang kemudian ditanami lagi warga. Sejumlah preman pun datang dan terjadilah pengeroyokan terhadap petani tersebut. (Miftah)***

Baca Juga  Tanggapi Tudingan Tengku Zulkarnain, Kang Emil : Tunjukkan Bila Ada
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close