Desa

Puluhan Desa di Jabar dapat Program Jembatan Gantung

BANDUNG,- Program percepatan pembangunan desa lewat jembatan gantung (Jantung) penghubung antar desa mulai terlihat signifikan, dari catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM-Desa), enam dari 23 Jantung desa sudah dalam tahapan penyelesaian.

Kepala dinas DPM – Desa Dedi Supandi mengatakan, dua dari enam tersebut sudah rampung dan bisa beroprasi, seperti Jantung Desa di Desa Sukaresmi dan Caringin Sukabumi.

“Untuk di Desa Malati (Cianjur) dan Hegarmanah (Garut) sudah 99%. Desa Kalibunder (Sukabumi) sudah 75% selesai. Adapun Desa Mekarjaya Cidaun Cianjur sedang membuka jalan dan penggalian pondasi,” kata Dedi Sabtu (26/10)

Terkait anggaran, Dedi menjelaskan, setiap Jantung Desa digelontorkan sekitar Rp200 juta melalui APBD. Kendati demikian, terdapat lima lokasi yang anggaranya berdasarkan Detail Engineering Design (DED) di atas Rp200 juta.

Adapun lima lokasi tersebut, yaitu di Desa Patimban Subang, Desa Mekarsari Kuningan, Desa Ciberung Kuningan, Desa Sukaasih Tasikmalaya dan Desa Bantarujeg Majalengka.

“Lima lokasi ini dananya membengkak lantaran faktor panjang dan pondasi jembatan itu sendiri. Sementara dalam anggaran hanya terpatok di angka Rp200 juta per jembatan,” katanya.

Menurut Dedi, pihaknya melakukan kolaborasi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) guna memaksimalkan pembangunan Jantung Desa ini. “Yang CSR itu anggarannya langsung ke desa,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengaku, pembangunan Jantung Desa ini mendapat tanggapan positif dari masyarkat. Lantaran, mereka sudah berharap adanya jembatan yang menyambungkan akses desa sejak lama.

“Tanpa kami minta, mereka ikut membantu. Ada yang membawakan bahan baku material dan lain-lain secara sukarela,” ucap dia.

Adapun dinamika yang terjadi selama pembangunan, yaitu rata-rata lokasi Jantung Desa jauh dari pusat kota. Hal ini menyulitkan ketika hendak mengangkut material lantaran tidak dapat dimasuki oleh kendaraan.

Baca Juga :  Oknum Keuchik Diduga Menggunakan Dana ADD Tanpa Musrenbang

“Ada beberapa kondisi bahan baku dan material yang memang harus dibawa oleh tenaga kerja. Misalnya di Cianjur Selatan dan Sukabumi Dalam juga sama,” katanya.

Dalam pengembangan Jantung Desa ini, dia menambahkan, pihaknya pun mendapat dukungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar. “Ada kolaborasi kegiatan lain dari pengembangan jembatan itu ada program padat karya dari dukungan Dinas Tenaga Kerja,” tutur dia. (dab)

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: