Ragam

Puluhan Remaja Ciamis Alami Gangguan Mental Karena Kecanduan Main Game

CIAMIS-Main game yang harus digalakan oleh Presiden Jokowi ternyata ditentang keras oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Firdaus, Dr. Gumelar, S.Pd.,MM.,CH., CHt., pNNLP. Alasannya ratusan orang yang kencanduan main games mengalami gangguan mental.

Bahkan dalam tiga bulan terakhir ini adal 50 remaja direhabilitasi akibat kecanduan main game online di Pondok Pesantren Nurul Firdaus, yang berlokasi di Dusun Panoongan RT 19/06 Desa Kertaraharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Biulan kemarin (Maret) kami menerima 20 pasien bulan ini 30 remaja yang direhab akibat kecanduan main game online, kecanduan medsos, kecanduan gadget dan kecanduan judi online,” kata Gumilar
Para remaja itu direhabilitasi selama tiga bulan. Semuanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. “Termasuk dari Kabupaten Ciamis ada sekitar dua orang, sisanya berasal dari luar Kabupaten Ciamis,” terangnya.

Menurut Gumelar, para remaja tersebut direhab setelah kecanduan game jenis Mobile Legends, DOTA, PUBG hingga judi online.

“Hal ini cukup prihatin, karena banyak generasi muda kecanduan game online bahkan berjudi lewat game online, ini sangat berbahaya bagi masa depan penerus bangsa apabila didiamkan,” tuturnya.

Akibat kecanduan game online, para remaja tersebut menderita halusinasi,delusi, dan asocial. Selain itu, mereka juga berperilaku agresi, sehari-hari mereka hanya mengurung diri di kamar. Selain juga mengalami kelainan pada mata juga mengalami gangguan fokus. Tak sedikit remaja yang kecanduan game online yang gelisah hingga sulit tidur.

Gumilar juga mengatakan, para remaja yang kecanduan game online juga bisa putus sekolah, karena sehari-hari hanya bermain game dengan durasi lebih dari lima jam perhari. Mereka juga kerap berbohong sampai ada yang nekad mencuri untuk mendukung hobinya bemain game online tersebut.

Baca Juga :  Meneladani Jejak KH. Ilyas Ruhiat Lewat Bedah Buku Ajengan Cipasung

“Kecanduan main game akan merusak jiwa dan raga, memang saat ini juga ada yang sukses menjadi seorang gamer hingga mendapatkan penghasilan,namun hanya sebagian kecil saja yang bisa sukses,” terang Gumilar.

Gumilar mengimbau kepada seluruh orang tua agar mengawasi anaknya dan membatasi anaknya bermain medsos dan bermain game. Tujuannya agar anak terhindar dari kecanduan bermain medsos ataupun game online.

“Kami khawatir dengan kondisi ini, makanya sekali lagi kami titip kepada semua orang tua awasi terus anaknya dan gunakan gedget atau komputer
secara bijak,” katanya. (dab)

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: