Hukum

Rumah Disita, Warga Ciawi Minta Bantuan Peradi

Mediadesa.idTASIKMALAYA. Nasib naas menimpa warga Kampung Regol RT 03 RW 02 Desa Pakemitan Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Ai Titin Puji Astuti. Rumah peninggalan Ibunya akan disita Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Ai pun meminta bantuan hukum DPC Peradi Tasikmalaya. Pasalnya, ia tidak punya utang terhadap siapapun.

“Sertifikat itu atas nama Ibu saya Epeh yang sekarang sudah almarhumah. Padahal yang ngutang bukan Ibu saya,” kata Ai, Kamis, 30 Agustus 2018.

Menurut Ai, bermula dari sepupunya Itang yang meminjam sertifikat untuk jaminan modal usaha. Kemudian dijaminkan ke Bank Danamon Cabang Ciawi. Namun tidak mampu membayar cicilan sehingga Ibunya sering mendapat teguran.

Tak hanya Bank Danamon, dari Bank Jabar Banten (BJB) pun sama. Dan rupanya, sertifkat rumah tersebut telah berganti nama dari Epeh menjadi Itang, padahal Ai Titim anak tunggal Ibunya itu dan tidak pernah ada pemindahan kepemilikan rumah tersebut.

“Sejak itulah Ibu saya sering sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Karena perbuatan itulah, Ai pernah melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota sekira Maret 2018. Akan tetapi belum ada tindaklanjut atas laporan tersebut.

“Abdi tos cape Pak. Kajantenan ieu ti taun 2009. Abdi teu mampu kangge bayar pengacara margi kangge sadidinten ge sesah. Makana abdi nyuhunkeun baktosan ka Bapak,” ucap Ai sambil berderai air mata dihadapan Ketua DPC Peradi Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi.

Menanggapi hal tersebut, Andi Ibnu Hadi akan mempelajari lebih dalam duduk perkaranya. Terlebih rencana sita eksekusi itu berdasarkan permohonan BPR Pundi Bandung.

“Kalu sepintas sudah bisa disimpulkan. Intinya ada pengalihan hak milik sehingga sepupunya Bu Ai yang bernama Itang itu leluasa menjaminkan sertifikat tersebut. Dan kami juga segera ke Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota menanyakan perkembangan kasus ini, termasuk melakukan bantuan hukum atas rencana eksekusi tadi,” tuturnya. (JN)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: