Saat Warga Sodonghilir Merasa Hanya Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik

oleh -

TASIKMALAYA,- Masyarakat Kecamatan Sodonghilir merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik saja oleh para pejabat eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Tasikmalaya, pasalnya sudah 25 Tahun Jalan di kecamatan tersebut rusak parah, namun anehnya pemerintah daerah seolah-olah menutup mata terkait permasalahan ini.

Menurut Ketua HIPPAMAS (Himpunan Pelajar, Pemuda, Pelajar & Mahasiswa Kecamatan Sodonghilir) Aris Rifqi Mubarak, lalu lintas (jalan) yang ada di kec. Sodonghilir ini sudah 25 tahun rusak berat dan terkesan ada pembiaran dari pemerintah daerah setempat. Padahal menurutnya Kecamatan Sodonghilir merupakan daerah yang memiliki jumlah DPT terbanyak ke-3 di Kabupaten Tasikmalaya.

“Jangan sampai Kecamatan Sosonghilir dijadikan Lumbung suara saja, diperas suaranya untuk pemilu atau Pilkada tapi kewajiban Pemerintah ataupun Dewan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Sodonghilir diabaikan,” ujarnya saat melakukan aksi di jalur Taraju-Sodonghilir-Parumasan. Jum’at, (07/05/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Tasikmalaya memiliki kewajiban memelihara dan mencegah terjadinya kecelakaan karena kerusakan jalan di wilayahnya.

“Bahkan sebagai penyelenggara jalan, Pemkab juga wajib segera dan patut memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” pungkasnya.

Berikut kutipan Pasal 24 UU Nomor 22 Tahun 2009
(1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.
(2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Baca Juga :  RK Tak Serius Sikapi Isu Lingkungan di Jawa Barat

Berikan komentar