Ragam

Sulit Nikah di KUA, Satu Keluarga Jamaah Ahmadiyah Ucapkan Kalimat Syahadat

PANGANDARAN – Karena tak bisa menikahkan anaknya di KUA, AS dan keluarganya keluar dari jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Warga Parigi Kecamatan Pangandaran itu kembali mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan Ketua MUI Kecamatan Parigi Selasa (8/1). Setelah mengucapkan kalimat syahadat  AS langsung menikahkan anaknya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Parigi.

”Saya berniat me­lang­sungkan per­nikahan de­ngan istri saya, namun beberapa kali ditolak oleh KUA baik itu di Parigi maupun di Pangandaran,” katanya.

Kemudian di­ri­nya, ada yang mengajak pergi ke salah satu daerah di Kabupaten Ban­dung, saat itu ia melangsungkan pernikahan dengan istrinya disana.

”Kemudian kami kembali pulang ke Parigi, namun sejak itu banyak pertanyaan dari para tetangga, kepala dusun, tentang kab­sahan pernikahan saya apakah dilakukan secara resmi atau tidak,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, ia memiliki empat orang anak yang merupakan buah pernikahannya dengan ST. “Lama kelamaan timbul per­tanyaan dalam hati saya, ke­napa banyak jamaah Ahmadiyah yang tidak bisa menikahkan anak-anaknya. Sementara kan punya anak yang nantinya akan dinikahkan,” katanya.

Timbul kekhawatiran jika nanti anak-anaknya akan ditolak oleh KUA saat akan melangsungkan pernikahan. ”Itu salah satu alasan saya, memutuskan keluar dari ajaran Ahmadiyah,” terangnya.

Pada bulan Ramadan kemarin, ia seolah mendapat hidayat untuk keluar dari ajaran Ahmadiyah. ”Saya pun berkonsultasi ke Pak Ahmad Rusli (Amil) dan beliau langsung melaporkannya ke KUA dan MUI kecamatan, perihal niatannya untuk keluar dari Ahmadiyah,” tegasnya.

Mereka se­keluar­ga yang tinggal di Dusun Ka­rangjaya RT/RW 02/14 Desa Karangbenda Ke­camatan Pa­rigi. Setiap me­l­aksanakan iba­dah salat sunat Idul Fitri, Idul Adha dan salat Jumat jarang ber­gabung de­­ngan warga sekitar. “Kita selalu ter­pisah kalau me­laksana­kan ibadah,” ujar­nya.

Baca Juga  Do'a Bersama Untuk Keutuhan Bangsa oleh Karangtaruna Sukaratu

Ketua MUI Ke­ca­mat­an Parigi KH Harun Al Aziz bersyukur de­ngan keputusan AS keluar dari JAI. ”Alhamdulilah mereka mendapat hidayah dari Allah SWT,” singkatnya.

Kepala KUA Kecamatan Parigi Drs H Wawan mengaku gembira dengan keputusan AS sekeluarga yang memutuskan keluar dari Ahmadiyah. ”Saya langsung meminta kepada mereka untuk kembali melangsungkan pernikahan,” pungkasnya. (dab)

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close