Pemerintahan

Seleksi Komisi Informasi Provinsi Jabar Dinilai Tak Maksimal

BANDUNG – Seleksi Komisi Informasi Provinasi Jawa Barat yang menetapkan 10 nama untuk diuji kepatutan dan kelayakan oleh DPRD Provinsi Jabar dinilai tak makismal.

Tim Seleksi, kata Pegiat Keterbukaan Informasi Publik, Nurjani, telah mengenyampingkan kondisi Jawa Barat yang betul-betul membutuhkan orang berpengalaman dan kompeten.

“Ketentuaanya 10 sampai 15 nama yang bisa diuji kepatutan dan kelayakan. Kenapa tak 15 saja agar orang yang disaring betul-betul orang terbaik,” kata Jani, Selasa (20/8/2019).

Menurut Jani, dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan anggota Komisi Informasi Pasal 6 ayat 2 huruf j bahwa Tim Seleksi mengajukan paling sedikit 10 dan paling banyak 15 nama-nama calon anggota Komisi Informasi Provinsi untuk diajukan kepada Gubernur.

Kata paling sedikit dan paling banyak disana, ujarnya, untuk memberi kesempatan Tim Seleksi mencari orang-orang terbaik.

“Kalau 10 orang saya kira kurang relevan karena Jawa Barat memiliki SDM unggul. Sehingga kalau 15 orang akan banyak pilihan,” ucapnya.

Jani pun memandang Tim seleksi terlalu subjektif tanpa memperhatikan potensi lain peserta dengan mengambil nama 10 orang untuk masuk tes akhir Uji Kepatutan dan Kelayakan.

“Semakin banyak akan semakin bagus karena tim penguji akan banyak pilihan. Apalagi ini Jawa Barat yang sangat memerlukan orang kompeten serta berpengalaman dalam Informasi,” tuturnya.

Sebelumnya 10 calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat (KIP Jabar) periode 2019-2023 dinyatakan lulus seleksi tahap akhir. Mereka akan mengikuti uji kepatutan dan kelaikan di DPRD Jabar.

Awalnya calon anggota KIP Jabar yang mengikuti seleksi berjumlah 45 orang, mulai dari tes psikotest, dinamika kelompok, penulisan makalah dan wawancara mulai 15-16 Agustus 2019 di Gedung 2 Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung.

Baca Juga :  Fix..! Pelantikan Bupati dan Wabup Ciamis Herdiat-Yana Tanggal 20 April

Ketua Timsel Rafani Achyar menuturkan tes wawancara dibagi menjadi dua hari meliputi pribadi dan wawasan mengenai Komisi Infoemasi. Pada hari pertama jumlah calon yang diwawancara sebanyak 24 orang dan hari berikutnya 21 orang.

Hasil wawancara direkapitulasi dan diputuskan dalam pleno timsel yang dilaksanakan Jumat (16/8) dan diumumkan Senin (19/8). Penilaiannya akumulasi dari mulai psikotes, dinamika kelompok, penulisan makalah dan tes wawancara.

“Yang diambil oleh timsel 10 orang, sehingga otomatis (sisanya gugur),” tutur dia.

Penulis : Mesa

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: