Peristiwa

Setelah Gay, Warga Tasik Dihebohkan Grup Jual Beli PL Plus-Plus

TASIKMALAYA – Setelah publik dihebohkan dengan Grup Facebook Gay di Garut dan Singaparna, kali ini warga Tasikmalaya dihebohkan keberadaan Grup serupa.

Namun lebih menjurus ke prostitusi online dengan nama “Grup Jual Beli PL Plus-Plus Daerah Tasikmalaya”. PL singkatan dari Pemandu Lagu dan Plus-plus artinya bisa dipakai untuk memuaskan berahi.

Jumlah anggota pun mencapai 2.547 orang dengan konten menawarkan diri atau mencari perempuan Tasik yang bisa diajak kencan. Bahkan tarif harga dibuka laksana penjualan barang di Supermarket.

Belum diketahui siapa pembuat grup ini, hanya saja kalau melihat profil, ada akun bernama “Yoki” sebagai admin dengan poto pria ganteng bertubuh atletis. Grup ini dibuat sejak 10 April 2015 dengan mayoritas anggota dari Tasikmalaya.

*Pidana
Ketua DPC Peradi Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi mengatakan orang yang menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual dapat dipidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Disana jelas, katanya, terjadi upaya menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual berupa gambar yang mengandung pornografi dan sebagainya.

“Kalau melihat Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Pornografi dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 6 enam tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp. 250 juta dan paling banyak Rp. 3 miliar,” ujarnya.

Begitupun dalam transaksi elektroniknya bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca Juga  UMK Kota Banjar Terendah Di Jabar, Perusahaan Tunggu Edaran

Pantauan “Media Desa”, grup tersebut sifatnya tertutup. Namun info yang diperoleh bahwa mereka tak malu-malu untuk tawar harga dengan foto perempuan diunggah digrup itu.

“Kalau yang saya lihat sampai ada yang menawarkan diri dengan harga satu juta rupiah segala,” ujar seseorang yang tidak mau disebutkan identitasnya. (Mesa)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close