PendidikanRagam

Siswa MA Galunggung Upacara Bendera Pakai Sarung & Nyanyikan Lagu Yalal Wathon

TASIKMALAYA – Ada pemandangan menarik dalam Upacara Bendera yang dilaksanakan MA Galunggung pada hari Senin (21/10/2019).

Berbeda dari biasanya upacara bendera kali ini semua siswa siswi dan guru MA Galunggung serempak memakai baju koko dan sarung, hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019.

Hj. T. Surtini S.Pd.I Kepala Sekolah MA Galunggung mengatakan bahwa, kebijakan ini dilaksanakan dalam rangka Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2019. Menurutnya semenjak Presiden menetapkan Hari Santri Nasional, MA Galunggung selalu ikut serta dalam memeriahkan dan memperingati Hari Santri Nasional baik kegiatan yang dilaksanakan di dalam sekolah atau di luar.

“Kami disini setiap tahunnya selalu ikut memperingati Hari Santri Nasional. Setiap siswa dan guru diwajibkan memakai baju koko dan sarung selama 3 hari. Baju koko dan sarung kan ciri khas santri” ujarnya.

Hj. T. Surtini juga menjelaskan bahwa selain upacara dengan pakaian santri di Tahun ini MA Galunggung juga mengadakan kegiatan lain yaitu lomba ‘ngaleumeung’ dan paduan suara.

“Di Tahun ini kami juga melaksanakan kegiatan lomba menanak nasi didalam bambu istilah sundanya ‘ngaleumeung’ dan juga lomba paduan suara yang dimotori oleh OSIS” tarangnya.

Rangkaian Upacara Bendera Hari Senin ini pun lain dari biasanya, dimana selain menyanyikan lagu wajib Nasional juga ditambah dengan menyanyikan Mars Syubbanul Wathon oleh semua siswa.

Husni Aziz Mubarok yang menjadi pembina upacara yang juga pengajar tetap di MA Galunggung menjelaskan bahwa Lagu Syubbanul Wathon dinyanyikan untuk menanamkan jiwa Nasionalisme Cinta Tanah Air.

“Lagu Syubbanul Wathon karya KH. Wahab Hasbullah itu bukan sekedar nyanyian yang enak didendangkan tapi lebih dari itu untuk menanamkan jiwa Nasionalisme Cinta Tanah Air Indonesia” kata Husni

Baca Juga  Warga Desa Sadar Membaca

Dalam amanatnya Husni menekankan bahwa peran santri dalam kehidupan beragama dan berbangsa adalah menjaga agama dan menjaga keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peran utama santri itu dua menjaga agama dan menjaga negara. Santri tidak boleh malah ikut membuat kacau dan rusuh negara justru ketika ada ancaman baik dari luar maupun dari dalam yang akan merusak keamanan dan kedaulatan negara, santri harus paling depan melawan” pungkasnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close