Peristiwa

SK Akan Segera Berakhir, Petisi Bubarkan FPI Ramai di Medsos

Pada hari rabu pagi 8 Mei tahun 2019 ramai broadcast petisi stop izin Front Pembela Islam (FPI). Dan link tersebut mengarah ke laman Change.org dan telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang. Ira Bisyir mengajak masyarakat untuk menolak perpanjangan izin organisasi front Pembela Islam Pimpinan Habib Riziq Sihab tersebut dengan cara membuat petisi tersebut.

Pada pukul 09.15 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani sebanyak 111.710 kali.

Petisi tersebut di buat 2 hari yang lalu. Ira menggalang petisi tersebut karena menilai FPI sebagai organisasi kelompok radikal yang di beri judul stop ijin FPI.

“Mengingat akan berakhirnya izin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan izin mereka. Karena organisasi tersebut merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI,”catatan dalam isi petisi tersebut.

Dalam kolom komentar di petisi tersebut Beragam alasan.

Titik Retnowati misalnya menuliskan alasan menandatangani petisi tersebut “karena FPI dianggap selalu menimbulkan huru-hara. Alasan lainnya dari pendukung petisi itu menilai FPI tidak cocok di NKRI.”tulisannya

“FPI merusak citra dan nama agama Islam. Saya orang Islam tidak setuju dengan tindak tanduk dan kegiatan FPI yang mempolitisikan agama Islam,” tulis Anita Mulyati dalam alasan pendatanganan tersebut.

Dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Artinya Status FPI terdaftar sebagai ormas di Kementerian Dalam Negeri akan habis pada Juni 2019.

Juru Bicara FPI Slamet Maarif Menanggapi petisi yang dibuat di laman change.org itu, ia pun menjelaskan organisasinya berstatus terdaftar di Kemendagri. Jika status itu berakhir, kata Slamet, maka pihaknya akan mendaftarkan kembali.

Baca Juga :  Kades Diduga Korup, Pendamping Desa Datangi LBH Ansor

“Itu bukan izin tapi pendaftaran. Ya kami akan daftar kembali,” ujarnya

Ia pun menambahkan bahwa alasan penolakan itu hanya fitnah murahan. Dia mengatakan fitnah tersebut selalu dipakai oleh pihak yang tidak mau mengakui peran FPI dalam kegiatan kemanusiaan lainnya.

“Suruh mereka belajar baca jangan jadi provokator,” ujar Jurkam BPN prabowo sandi tersebut.

Menurut Ketua Umum FPI Sobri Lubis menyebut pihak yang ingin status perpanjangan hukum Ormas FPI tak diperpanjang atau dicabut adalah orang-orang yang doyan maksiat.

“Mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya biasanya mereka yang minta supaya FPI dibubarkan,” kata Sobri.

(Hafid/MD)

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: