Ragam

SMK Bakti Karya, Miniatur Indonesia Di Pangandaran

PANGANDARAN – Pemandangan langka tersaji dalam peringatan Sumpah Pemuda di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Keaneka -ragaman budaya dan bahasa disajikan putra-putri asli daerah dari berbagai suku di Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Berkarya Untuk Merawat Budaya” ini diinisiasi SMK Bakti Karya bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, Toleransi.id, Indika Foundation, Gerakan Literasi, dan Komunitas Belajar Sabalad.

Selama dua hari, 29-30 Oktober 2018, diisi dengan Festival 28 Bahasa daerah, Stand Pameran daerah-daerah di Indonesia, Talkshow dan diskusi pelestarian budaya.

Peserta pun ada dari Aparatur Pemerintah Desa Cintakarya, Siswa-Siswi SD dan SMP yang ada di Cintakarya, Mahasiswa STIT NU Al Farabi Pangandaran, PMII Kabupaten Pangandaran, warga kampung nusantara dan warga Pangandaran.

Selain warga sekitar yang turut dalam kegiatan ini hadir pula tamu undangan dari Komunitas Musik Hip Hop, Komunitas Tulis Sejahtera Bandung dan Jakarta.

Yang paling menarik selain karnaval budaya stand pameran diisi oleh makanan dan kerajinan khas dari berbagai daerah semisal Flores, Aceh, Riau, Papua, Jawa, Sunda dan lainnya yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMK Bakti yang berasal dari berbagai daerah.

Festival 28 Bahasa sendiri diisi dengan orasi yang dibawakan oleh siswa-siswi dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Pemandangan menjadi unik karena dapat menyajikan keindahan keragaman budaya Indonesia, hal langka bila melihat lokasi kegiatan yang ada di Pelosok Desa di Pangandaran.

Kepala Desa Cintakarya, Suli Adiwijaya S. IP mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk peran pemuda mengisi kemerdekaan. Pasalnya momen luar biasa agar pemuda menghargai perjuangan kemerdekaan dengan mengisinya tidak hanya slogan dan hura-hura namun dengan Karya, karena tanggung jawab negara kelak ada di tangan pemuda

Baca Juga :  12 Anggota Banser Diberangkatkan Umroh Ramadhan Ini

Sementara itu salah seorang panitia yang juga staff pengajar SMK Bakti Karya, Dedi Supriatna menyampaikan, Orasi 28 Bahasa menggunakan bahasa daerah yang ada di Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia, bahwa indonesia bukan hanya jawa atau sumatera. Maka akan lahir kepekaan dan keinginan untuk merawat dan melestarikan budaya.

“Sumpah pemuda tonggak lahirnya generasi 45, kemerdekaan Indonesia. Nilai dari sumpah pemuda adalah persatuan dan kesatuan. Maka kita ingin para pemuda bersatu merumuskan gagasan-gagasan pembangunan bangsa dari Desa,” kata Dedi.

(Doni Sutriana)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close