Nasional

Sukapura Desa Budaya

Sukapura Merupakan daerah asal mula Tasikmalaya lahir, dari kerajaan kecil (Umbul) dibawah kekuasan kerajaan Sumedang Larang hingga menjadi Kabupaten yang diberi keleluasan untuk mengurus daerahnya sebagaimana yang tertuang dalam Piagam Sultan Mataram tepatnya tanggal 26 Juli 1632. Dari latar belakang sejarah itulah, nama Sukapura diabadikan menjadi nama desa yang terletak didaerah bekas pusat kerajaan Sukapura.

Secara Geografis Sukapura merupakan areal pesawahan tadah hujan, karena di daerah ini tidak ada irigasi, sehingga dimusim ke marau seringkali warga masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah ataupun kebutuhan rumah tangga. Sungai Ciwulan yang mengalir membelah desa tidak mampu dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan pertanian maupun diolah menjadi air bersih. Usaha untuk memanfaatkan air sungai Ciwulan bagi kehidupan masyarakat selalu gagal karena tidak adanya keseriusan semua Pihak menyukseskan impian tersebut.

Sukapura sangat kental dengan filosopi sunda Sukapura ngadaun ngora, yang memiliki makna “Terus berkembang dengan kesegaran laksana daun muda yang hijau” dan ini menjadi semboyan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Dengan semboyan ini merupakan harapan dan semangat untuk mewujudkan daerah yang lebih baik bagi kemakmuran warga Tasikmalaya. Ikhtiar Pemerintah Daerah terus dipacu untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat desa seperti halnya dengan program GERBANG DESA “Gerakan Membangun Desa” yang telah lima tahun ini berjalan, namun demikian gerakan ini belum mampu menjawaban keresan warga Tasikmalaya tentang peningkatan tarap hidup.

Selain itu pula daerah Sukapura merupakan daerah pegunungan dengan kandungan batu kapur. Sekitar tahun 1970 sampai dengan tahun 1990 warga JAI di kampung ini menimba penghasilannya dari tambang batu kapur dan dizamannya mereka cukup sukses sehingga memiliki tarap ekonomi lebih mapan jika dibandingkan dengan warga Kelompok masyarakat lainnya. Dari pegunungan yang terletak di sebelah utara pusat desa ada beberapa mata air yang dapat dimanfaatkan untuk sarana air bersih warga dengan cara dialirkan dengan menggunakan paralon, hal ini telah dilakukan oleh warga secara gotong royong, tetapi sarana air bersih ini baru mampu menutupi kebutuhan masyarakat yang ada di Kampung Sukaja saja belum dapat menjangkau seluruh penduduk yang ada di Desa Sukapura.

Baca Juga  Tagline Prabowo-Sandi Berubah Jadi Indonesia Menang

Desa Sukapura memiliki luas wilayah 390,20 Ha. Dengan jumlah penduduk 5922 jiwa yang terdiri dari laki-laki 3321, perempuan 2601 dari 1980 kepala keluarga yang tersebar di 33 Rukun Tetangga (RT) 11 Rukun Warga (RW) dan 3 Kedusunan yaitu; Kedusunan Kota, Kedusunan Pasar Kolot, Kedusunan Sukajaya.

Oleh : Andi Ibnu Hadi, S.H

PUSTAKA

  1. http://sep2sip.blogspot.co.id/2010/03/sejarah-sukapura-dan-para-bupati.html
  2. Wawancara dengan Kepala Desa Sukapura, 12 Juni 2016
  3. http://www.cirebonkota.go.id/index.php/pojok-senggl/sukapura-ngadaun-ngora/
  4. Wawancara dengan Asep Muslim Ketua GP. Ansor Kabupaten Tasikmalaya
  5. Wawancara dengan Ata Ketua DKM Miftahulrohman Kp. Sukajaya Desa Sukapura, 10 Juni 2016
  6. Wawancara dengan Jan Hefry Ketua RW. 09 Kampung Sukajaya Desa Sukapura, 10 Juni 2016
  7. Wawancara dengan R. Momon Rossano Kepala Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja, 10 Agustus 2016

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close