©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Jumat, April 26, 2019
Sosok

Sukses Bisnis Online, Pemuda Desa Ini Sisihkan Uangnya Untuk Bangun Pesantren

CIAMIS-Roisun Bisri tak pernah kuliah di bidang IT, dia adalah santri dan aktivis NU. Setelah lulus kuliah di Unisma Malang dia pulang kampung dan aktif di GP Ansor. DI kampung dia mengembangkan kebiasaanya saat kuliah yakni bisnis online.

Lelaki asal Pamarican Ciamis, Jawa Barat mampu menghasilkan ribuan dolar dari bisnis affiliate Indocpa. Diperkirakan pendapatannya mencapai USD 7.000 perbulan. Maklum dia adalah top affiliate indocpa wilayah DKI dan Jawa Barat. Sebenarnya Kang Roisun enggan mengungkap berapa pendapatan resminya dari Indo CPA, karena ini kode etik internet marketer.

Yang luar biasa, santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Citangkolo Kota Banjar ini, menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kemajuan pendidikan Islam. Dia mendirikan sebuah Yayasan pendidikan di Dusun Kertajaya, Desa Sukahurip, Keamatan Pamrican Kabupaten Ciamis yang merupakan kampung halamannya.

Kang Roisun yang juga putra tokoh masyarakat setempat H Bisri, rupanya ingin mencerdaskan warga semampu mungkin. Makanya dia menyadari harta dari indocpa yang ditipkan oleh Allah harus menjadi ladang amal. Dia pun membangun Taman Bacaan dan markas bisnis online di desanya.

“Alhamdulilah, Allah menitipkan rejeki kepada kami. Ya dari hasil bisnis online sudah Rp 1 miliar untuk yayasan,” katanya saat ditemui mediadesa.id.

Bukan itu saja Kang Rois, begitu ia disapa mengajak pemuda kampungnya untuk sama-sama menggeluti bisnis online. Daripada nongkrong di jalan menganggu ketertiban atau jadi anggota geng motor.

“Saya ketika itu berpikir bagaimana pemuda tidak berbuat negatif, mereka saya ajak untuk mengenal internet. Meskipun mereka awalnya gaptek, tapi saya bilang kepada mereka kalau bisa sms-an pasti bisa main internet. Saya bilang main internet itu bisa DAPAT UANG ,” katanya. Mungkin karena dapat uangnya itu para pemuda kampung setempat tertarik.

Baca Juga  Karomah Mbah Saribanon

Satu persatu pemuda yang suka nongkrong itu mau bergabung. Dan Roisun pun dengan sabar mengajarinya cara menjalankan affiliate indocpa. “Lama-lama mereka faham juga, semua yang gabung sama saya mulai dari nol, tapi setelah maksimal tiga bulan sudah faham menjalankan bisnis ini,”
katanya.

Alhasil kini bisnis Indocpa menjamur di Kota Banjar. Bahkan pasukan Kang Roisun lebih dari seratusan. Markasnya masih di rumahanya di kampung. Karena anggotanya semakin banyak, kini markas Indocpa pindah ke Kota Banjar di kawasan Cikabuyutan.

“Temen-temen saya menyarankan supaya tempat ngumpulnya di kota saja, lagian kalau di rumah isteri agak heran karena malem malem suka banyak yang kumpul ,” katanya. Lantas berapa rata-rata pendapatan para affiliater yang gabung sama Kang Rois? Menurut sejumlah anggoota ditaksir antara USD 400 sampai USD 1000 perbulan. “Alhamdulilah sudah bisa menggaji mereka, ya lumayan,” katanya.

Sebenarnya Kang Roisun bisri bukan lulusan teknik multimedia. Tidak ngerti internet. kang Roisun adalah santri yang lantas kuliah di Malang. Kuliahnya pun bukan di jurusan teknik, tapi jurusan sastra UNISMA Malang, Kenapa malah tertarik tekuni internet marketing? Waktu itu Kang Roisun tertarik melihat temanya yang tiap hari nongkrong di depan komputer, setelah itu dapat setiap bulannya. “Awalnya saya cuek saja heran kok kerjanya di depan laptp terus, tapi lama-lama ingin juga seperti dia. Aku bilang sama temen itu, ajarin saya mas,” paparnya. Berkat keuletan dan kesabaran kang roisun belajar internet marketing. (dab)

Tinggalkan Balasan