©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Selasa, Mei 21, 2019
Desa

Tahun Ini Mendes PDTT Akan Berangkatkan 1000 Kades dan Pendes Belajar Keluar Negeri

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menerima kunjungan 3 kepala desa yang sudah mengikuti ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Program pada tanggal 5-11 Mei di Yunnan China, di Kantor Kemendes, Senin (13/5/2019).

Ketiganya Kepala Desa tersebut antara lain Kepala Desa Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Hardi, Kepala Desa Margasakti, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Sumaryono dan Kepala Desa Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Alimuddin.

Dalam kesempatan tersebut Eko mengapresiasi mereka yang sudah berani menjadi perwakilan negara dan berani berbicara di depan semua delegasi. Pasalnya, di negara lain para kepala desa diwakili oleh pemerintah, sedangkan Indonesia yang langsung bicara adalah kepala desanya.

Dan hasil dari pertemuan itu, mereka dapat belajar di beberapa tempat di China yang akan diterapkan bisnis modelnya di desa masing-masing.

“Mereka berkomitmen dalam tiga bulan ini sudah ada hasilnya, nanti akan saya cek apakah sesuai harapan atau tidak. Pastinya dari Kemendes PDTT akan membantu memastikan agar mereka sukses,”ujarnya

Ia menilai pembangunan di desa dengan menggunakan dana desa telah mampu membangun infrastruktur dengan skala yang masif.

Berikutnya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya yaitu mengirim kepala desa, pendamping desa, pengurus BUMDes untuk dapat belajar ke luar negeri.

“Kita mengadakan kerja sama dengan badan-badan dunia dan negara sahabat, mereka memberikan beasiswa mudah-mudahan tahun ini bisa dapat 1.000 beasiswa untuk kepala desa, pendamping desa, belajar di luar negeri,” ujar Eko, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Ia berharap sepulang belajar Kades dan Pendes mampu menerapkan program-program yang baik yang ada di luar negeri di desanya masing-masing

Baca Juga  Hati-hati Gunakan Dana Desa

“Mudah-mudahan dengan belajar mereka bisa melihat, merasakan, dan menerapkan program-program yang baik yang ada di luar negeri tersebut ke desanya masing-masing di Indonesia sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi di desa-desa menjadi lebih cepat dari empat tahun terakhir” imbuhnya

Penulis: Budi

Editor: Mesa

Sumber: detikNews.com

1 Comment

  1. Sistem kita sudah bagus, koq sampai belajar ke luar negeri ? Perintahkan para Kades terapkan manajemen terbuka, niscaya Dana Desa benar2 berguna bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan