Hukum

Tanya Penyelesaian Kasus Penembakan, PPDI Sambangi Mapolres Tasikmalaya

TASIKMALAYA,- Kasus penembakan Sekdes Tanjungkarang, Cepi dan aktifis PMII, Andi Wahyudin terus dipertanyakan. Setelah PMII Kabupaten dan Kota Tasikmalaya serta Ciamis dan Banjar melakukan aksi besar-besaran, kali ini sejumlah pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tasikmalaya mendatangi Mapolres Kabupaten Tasikmalaya untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.

Audiensi pun diterima langsung Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo, S.Ik bersama empat anggota, sementara dari PPDI berjumlah delapan orang di Aula Mapolres, Jalan Mangunreja, Senin, 1 Oktober 2018.

Ketua PPDI Kabupaten Tasikmalaya, Iim Imron menjelaskan bahwa pertemuan berjalan lancar dan komunikatif. Pihak Polres terbuka dan sedang menangani kasus ini secara pidana maupun kode etik.

“Alhamdulillah audiensi berjalan lancar. Pak Kapolres pun komunikatif dan terbuka menyampaikan kronologis kejadian sampai penanganan kasus baik secara kode etik maupun secara pidana umum,” kata Iim.

Menurut Iim, PPDI berterimakasih kepada pihak Kepolisian karena begitu renponsif. Dan menyerahkan pengawalan kasus ini kepada PBH Peradi Tasikmalaya agar ada keadilan bagi kedua pihak.

Ketua PBH Peradi Tasikmalaya, Sovi M Sofiudin, SH membenarkan penyerahan kuasa hukum tersebut dan kasus penembakan itu sudah ditangani Kapolres Tasikmalaya. Bahkan ada info baru terkait ranmor dihentikan karena tidak ditemukan ada itikad jahat dari korban penembakan.

“Awalnya kan dari salah ngambil mobil itu, bukan mencuri. Karena mobil milik polisi begitu mudahnya dinyalakan, maka disangka mobil yang milik penyuruh tadi,” ujarnya.

Sofi juga berharap persoalan ini cepat selesai sehingga bisa diproses nanti di meja pengadilan. (Budi)

Baca Juga  Ini Dia Cuitan Ahmad Dhani Yang Dinyatakan Terbukti Menebar Ujian Kebencian
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close