Sejarah

Taraju Mulih Rahayu

MediaDesa.id – Situs bersejarah gunung Taraju berada di wilayah desa Purwarahayu Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Secara Geografis terletak antara 07004’30” – 07011’00’’ Lintang Selatan dan 107018’30’’ – 180025’00” Bujur Timur, dengan ketinggian di atas permukaan laut berkisar dari ± 900 M dan rata-rata curah hujan mencapai 1.500 MM / Tahun. Populasi jumlah penduduk Desa Purwarahayu Tahun 2017 sekitar 5.700 jiwa dengan Luas Wilayah Desa mencapai 524.00 Ha. (Laporan Penduduk Tahun 2017).
Desa Purwarahayu terdapat beberapa situs-situs budaya yang dipercaya masyarakat memiliki sejarah dalam peradaban penyebaran agama Islam di wilayah Taraju. Situs-situs tersebut antara lain :

  1. Situs Gunung Taraju (Eyang Sakti Darmajati Qudrotulloh);
  2. Situs Sembah Guriang (Eyang Guriang Katurun);
  3. Situs Kaputihan (Eyang Sakti Darmajati Rohmatulloh).

Situs Gunung Taraju terletak di Kp. Peuteuy Selong, Dusun Sinargalih Desa Purwarahayu Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut keterangan Abah Endang, (sejarawan desa), Bahela cek kolot abah didaerah Taraju kabeh masyarakat nganut agama hindu. Di daerah taraju aya sahiji lembur anu ngaran lembur Induresi, bahela mah induresi teh di sebut Hinduresi, kusabab cek cerita kolot baheula di Hinduresi teh padumukan nana para resi nya eta jalma anu di anggap suci ku agama hindu, bisa oge disebut manusa anu pernah menang wahyu.
Abah endang juga mengatakan, bahwa Desa Purwarahayu berada di wilayah tanah Copo, bermakna daerah tersebut yang dibatasi oleh makom-makom para dalem terdahulu, dari beberapa dalem yang berada di daerah tanah copo, enyang lodra kencana beliau adalah dalem yang paling sakti di zamannya. (Sabtu, 2 juni 2018).
Di daerah Copo Purwarahayu terdapat situs bersejarah yang dipercayai oleh masyarakat sekitar tempat makom patilasan waliyulloh Enyang Sakti Darmajati Qudrotulloh dan eyang Buyut Katanian. Enyang Sakti Darmajati Qudrotulloh beliau adalah salah satu utusan dari Sunan Gunung Djati dengan misi untuk menyebarkan agama islam di daerah tatar sunda. Sedangkan eyang Buyut Katanian Beliau dipercayai oleh masyarakat yang berjasa bisa memberikan kesuburan kepada para petani.
Situs gunung Taraju adalah tempat Ungah balewatangan (Pengadilan Agama) nyaeta tempat mutuskeun pasoalan agama atawa disebut balairung (tempatna bermusyawarah). Pada zaman dahulu yang dikenal dengan sebutan tempat Bobot Pangayon Timbang Taraju (Keputusan yang adil).
Menurut keterangan dari Kang Unang (Kuncen Gunung Taraju), Situs gunung Taraju Purwarahayu di dalamnya terdapat dua tempat makam patilasan Enyang Sakti Darmajati Qudrotullah dan eyang Buyut Katanian. Selain makom patilasan yang ada di dalam situs, ada juga kolam berukuran kecil yang disebut dengan Cai Kahuripan. Konon katanya Cai Kahuripan tersebut membawa kesejahteraan buat para petani disekitar situs karena disamping air nya yang tidak pernah surut walaupun kemarau panjang, Cai Kahuripan juga sangat jernih dan sering di manfaatkan olleh para petani untuk mengairi ladang sawah. Banyak juga orang yang sengaja datang dari jauh untuk sekedar mandi dan berziarah ke tempat patilasan Enyang Sakti Darmajati Qudrotullah. (Ade Sugiri)

Baca Juga  Eyang, digendong (Akod) dari Madura ke Bantarpayung. Benarkah?
Loading...

Tinggalkan Balasan

Cek juga

Close
error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close