Pemerintahan

Tasikmalaya Smart City Tenggelam di Tengah Covid-19

TASIKMALAYA – Smart City atau kota pintar merupakan sebuah konsep pengembangan perkotaan dengan mengintegrasikan teknologi dan informasi dalam kegiatan sehari-hari.

Di tengah pandemi global saat ini, konsep smart city sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat tanpa harus tatap muka.

Kota Tasikmalaya sudah memulai merancang konsep smart city pada tahun 2017, dikuatkan dengan peraturan walikota No. 36 Tahun 2017 tentang smart city. Akan tetapi hingga saat ini masih belum jelas implementasinya.

PK PMII STMIK Tasikmalaya, organisasi mahasiswa yang kritis dengan kebijakan-kebijakan pemerintah telah beberapa kali melakukan audiensi, sebelum pandemi Covid-19 melanda.

” konsep smartcity yang dicanangkan belum matang dan terkesan terlalu menghamburkan anggaran, realisasi smart city sudah direncanakan dari tahun 2017 dan hasilnya belum begitu dirasakan” kata Barirosdi, ketua PMII STMIK Tasikmalaya.

Menurutnya, harusnya disaat pandemi seperti ini perannya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat Kota Tasikmalaya.

Smart City ini harusnya bisa menjadi solusi yang efektif dan efisien dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini, misalnya dalam penyajian informasi yang terbuka dan sistematis terhadap masyarakat” tambahnya.

Pihaknya mengkaji pengalokasian anggaran bantuan dari pusat sampai daerah terkadang masyarakat di bawah masih terjadi beda informasi dan menimbulkan kegaduhan.

” Belum lagi tranparansi anggaran Pemkot Tasikmalaya untuk penanganan covid-19 ini, jangan sampai ada yang memanfaatkan keadaan di situasi genting saat ini, harusnya bisa terjawab oleh konsep smart city yang dikerjakan Diskominfo” tegasnya.

Ia menyayangkan Pemkot Tasikmalaya tidak bisa memaksimalkan program yang sudah ada dan berjalan hampir tiga tahun.

” Saya anggap diskominfo selaku pelaksana masih latah dan gagal paham mengenai smart city itu sendiri, sangat disayangkan anggaran yang begitu besar untuk menjawab persoalan seperti inipun masih belum terlihat ada usaha” Pungkasnya.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Darul Hikmah Gratiskan Biaya Mondok Para Santri

Ia menyontohkan sederhana hasil dari smart city jika sudah rampung.

” pemerintah tidak harus berteriak-teriak untuk mengedukasi masyarakat dengan pengeras suara berkeliling kota” katanya sambil memberi senyum.

Namun, pihaknya tetap berharap agar Pemerintah Kota Tasikmalaya lebih serius untuk mengimplementasikan smart city, untuk membantu meringankan dampak sosial dan ekonomi di tengah masyarakat menghadapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan dilaksanakan di Kota Tasikmalaya dalam waktu dekat.

” Sehingga tata kelola kota bisa sistematis dengan bantuan teknologi, juga memudahkan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini” tutup Rosdi.

(Mesa)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: