Peristiwa

‘Tiktok’ Pertemukan Ayah dan Anak yang Terpisah 20 Tahun

TASIKMALAYA – Kisah ini seperti sinetron di televisi, tentang pertemuan seorang ayah dengan anaknya yang sempat terpisah selama 20 tahun.

Tepatnya di Sukamaju Kaler Kota Tasikmalaya, sang ayah yang bernama Enceng tersebut berurai tangis bahagia ketika menemukan keberadaan buah hatinya. Konflik Ambon di tahun 1997, memisahkan dia dan anaknya sekitar 20 tahun.

“Saya sangat bahagia telah menemukan salah satu anak kembar saya yang terpisah selama 20 tahun,” katanya, saat ditemui di Saung Ajengan Usman (uspet) salah satu tokoh agama di Sukamaju Kaler. (17/10/2020).

Enceng bercerita bahwa saat itu istrinya sedang mengandung di salahsatu rumah sakit di Kota Ambon. Setelah istrinya melahirkan dan hendak akan kembali ke tempat kediamannya ternyata sudah terjadi konflik ambon sehingga beliau memutuskan untuk menetap di Jawa.

” dulu saya menitipkan salah satu anak kembar di kerabat saya” kenangnya, berurai air mata.

Ia sempat kehilangan jejak beberapa tahun setelah menitipkan anaknya. ”

ketika mengetahui di Ambon ada konflik, saya langsung pulang ke pulau jawa, dan saya menitipkan anak saya yang bernama Treny ke kerabat saya, selama bertahun-tahun saya kehilangan jejak mencari anak saya” sambungnya.

Hingga akhirnya Enceng dan anaknya dipertemukan lewat aplikasi Tiktok. Singkat cerita ia bisa berkomunikasi dengan anaknya.

Awalnya Treni yang tinggal bersama ibunya dulu tak sadar bahwa yang menelpon adalah Enceng, ayahnya.

“Saya waktu itu ngobrol-ngobrol di telepon sama Treny, ia masih belum sadar bahwa saya yang nelpon. Hingga akhirnya saya yakinkan dengan kisah-kisah masa lalu” tutupnya.

Enceng, adalah salah satu transmigran yang berkediaman di Lembur Anyar Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. (Hafidz)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: