Nasional

Timsel KPU Jabar Tanggapi Kejanggalan Seleksi Calon Komisioner

MediaDesa.id – Timsel KPU jabar wilayah Kabupaten/Kota Tasikmalaya menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait adanya kejanggalan dalam proses seleksi calon anggota KPU yang sudah di selenggarakan.

“kami baru sampai seleksi administrasi, jika ternyata ada yang terindikasi anggota partai maka proses selanjutnya sudah tentu mereka akan terhenti” ujar Fauz Noor salah satu anggota timsel saat diminta keterangan oleh koresponden mediadesa.id jumat 20/7/2018.
Mengenai beberapa anggota parpol yang lolos dalam seleksi administrasi namun belum genap 5 tahun mengundurkan diri dari parpolnya, beliau mengaku tidak menemukan berkas pengunduran diri parpol dari peserta.
“lha kalo diberkasnya tidak ditemukan itu apa kami harus ngecek ratusan pendaftar bahwa mereka anggota partai?” jawabnya sambil bertanya.
Beliau juga menjelaskan terkait pasal 21 ayat 1 poin f yang banyak dipertanyakan oleh peserta khususnya lulusan SMA
“Apa semua lulusan SMA tak lolos? Kota Tasikmalaya banyak yang lulusan SMA lolos tahap administrasi”
Sementara itu ketua DPC PERADI Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi mengomentari terkait bobot penilaian berdasarkan jenjang pendidikan calon anggota KPU ini, “Di Kabupaten Tasikmalaya tidak ada satupun lulusan SMA yang lolos dalam tahap administrasi, sementara di Kota Tasikmalaya ada yang diloloskan, jika memang ini sesuai dengan ketentuan juklak dan juknis timsel, jelas ini bertentangan dengan asas umum perundang-undangan yang mensyaratkan bahwa calon komisioner KPU serendah-rendahnya adalah SMA. Mungkin lebih tepat jika skoring atau bobot panilaian berdasarkan pengalaman contohnya dari lama di KPU, PPK atau pengawas pemilu” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seleksi calon anggota KPU oleh Timsel KPU jabar dinilai cacat hukum, pasalnya terindikasi adanya kejanggalan dalam verifikasi faktual calon anggota KPU.
Hasil infestigasi koresponden mediadesa.id menemukan beberapa kejanggalan diantaranya:

  1. Tidak adanya pengumuman berapa jumlah yang mendaftar menjadi calon angota KPU kabupaten/kota pada hari terakhir pendaftaran tanggal 14 juli 2018 padahal berdasarkan UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 32 ayat (3) poin a, yaitu untuk memilih calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Timsel melakukan tahapan kegiatan diantaranya mengumumkan bakal calon anggota KPU Kabupaten/kota di media massa lokal,
  2. Pengumuman hasil seleksi administrasi calon Anggota KPU Kab/Kota yg dirilis di website KPU Jabar melalui Keputusan TIMSEL tidak menjelaskan dasar pelolosan dan tidak lolosnya para pendaftar,
  3. Adanya calon Anggota KPU Kabupaten/Kota yang masih aktif di Parpol dan belum mengundurkan dari partai politik sekurang-kurangnya 5 tahun, hal ini menunjukan bahwa timsel kpu jabar tidak mengindahkan pasal 5 ayat 1 poin i peraturan KPU no.7 tahun 2018 mengenai seleksi anggota KPU provinsi dan anggota KPU kabupaten/kota yang berbunyi calon telah mengundurkan diri dari partai politik sekurang-kurangnya 5 tahun pada saat mendaftar. (Budi Hartono)
Baca Juga  Pemerintah Bersama MUI dan Ormas Rumuskan Penanganan Konflik Agama
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close