NasionalRagam

Tradisi Mudik Santri Condong ini Lain dari Yang Lain

MediaDesa.idTASIKMALAYA. Pondok Pesantren Condong Riyadlul Ulum Waddawah adalah pesantren Modern yang memiliki dua sekolah Formil yaitu SMP dan SMA Terpadu. Di Pesantren ini seluruh santri adalah siswa sekolah dan seluruh siswa adalah santri, jadi tidak ada istilah santri Takhosus atau siswa yang hanya sekolah saja tanpa mondok di pesantren. Pesantren ini beralamat di Kampung Condong Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya.

Masa libur panjang Ramadhan SMP dan SMA Terpadu Ponpes Riyadlul Ulum Waddawah Condong berbeda dengan sekolah umum lainnya, para siswa baru diliburkan pada tanggal 17 Ramadhan. Namun walaupun demikian, kegiatan siswa sudah tidak lagi belajar mata pelajar umum, dalam masa 17 hari Ramadhan para siswa fokus mempelajari ilmu agama Islam baik, dalam cabang imu fiqih, tasawuf, tauhid dan lain sebagainya, metode belajar ini sering juga dikenal dengan Pasaran, namun bedanya dengan Pesantren Takhosus pengajian pasaran di pesantren condong di pesantren ini hanya diikuti oleh santrinya saja.

Walaupun jadwal libur berlaku umum bagi seluruh santri condong, namun jadwal kepulangan (mudik) bagi Pengurus OSPC (Organisasi Santri Pesantren Condong) Putra berbeda dengan santri yang lain. Setelah masa libur setiap tahun pengurus OSPC diwajibkan bermukim di pesantren hingga setelah menjalankan shalat sunat Idul Fitri.
Selama kurun waktu kurang lebih 13 hari puasa, para pengurus OSPC mengisi kegiatan kesehariannya dengan bersih-bersih lingkungan pesantren, mengikuti Pengajian Pasaran dan memakmurkan masjid Pesantren. Selain itu juga mereka mengerjakan berbagai persiapan menjelang perayaan Hari Idul Fitri seperti membuat berbagai ornamen kaligrafi di ruang-ruang terbuka pesantren, pengelolaan zakat fitrah, takbir keliling dan pelaksaan shalat sunat Idul fitri bersama masyarakat sekitar.
Kesan cukup dalam dirasakan santri mukimin selama 13 hari ini. Selama itu mereka harus menahan hasratnya untuk segera berkumpul dengan keluarga mereka, tetapi dengan program ini mereka banyak mendapat hikmah pembelajaran. Metode ini sejatinya adalah untuk membentuk karakter santri yang sebagai generasi penerus bangsa yang handal. Kini Idul fitri telah tiba, dengan suka cita mereka Mudik bersama tanpa dijemput oleh orang tua untuk sampai ke kampung halaman mereka. (Andi Ibnu Hadi)

Baca Juga  Pemerintah Bersama MUI dan Ormas Rumuskan Penanganan Konflik Agama
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close