©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Senin, Juni 17, 2019
BudayaRagam

Tradisi Potong Hewan Warga Mulyaasih di Sekitar Makam Rama Eyang

MediaDesa.idKUNINGAN. Di kampung Mulyaasih terdapat sebuah makam yang sering diziarahi baik oleh warga sekitar maupun warga dari luar daerah. Mulyaasih merupakan kampung yang berada di Desa Puncak Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Usut punya usut, makam tersebut merupakan makam Ramas Eyang Mulabengkeng. Menurut keterangan bapak Umar Madkum yang merupakan salah satu keturunan dari Rama Eyang (sebutan dari Rama Eyang Mulabengkeng) beliau merupakan tokoh pertama yang membangun kampung Mulyaasih dan mengembangkan ajaran agama islam dikampung ini. Rama Eyang mempunyai 3 nama, ada yang memanggilnya Eyang Jaya Raksa, ada pula yang menyebutnya Eyang Kamalir, namun yang paling populer nama Rama Eyang Mulabengkeng. Bahkan dahulu kampungnya bernama kampung Mulabengkeng sebagai penghargaan kepada pendirinya sebelum kemudian berganti menjadi Mulyaasih. Beliau juga menceritakan bahwa Rama Eyang merupakan prajurit dari salah satu kerajaan Islam di nusantara. Beliau mengasingkan diri ke kampung Mulyaasih akibat kalah dari peperangan, lalu membangun kampung dan mengembangkan ajaran islam di tempat persembunyiannya. Banyak tradisi yang ditinggalkan Rama Eyang, salah satunya tilawat. Tilawat merupakan tradisi menyembelih domba di lokasi makam Rama Eyang pada bulan Rabiul awal. Tradisi tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh mahluk Allah. Masyarakat setempat mempercayai bahwa Rama Eyang merupakan penjaga kampung Mulyaasih. Maka tak heran jika banyak sekali warga yang berziarah ke makom Rama Eyang tersebut dengan tujuan ngalap berkah agar dilancarkan segala usahanya. (Budi Hartono)

Baca Juga  Potensi 40 Triliun, Emil Bangun Industri Games di Gedebage

Tinggalkan Balasan