Politik

Tuntut Transparan, GMNI Geruduk Kantor KPU Jabar

BANDUNG,- Buntut seleksi dengan diubahnya nama-nama yang lolos menuju Fit and Proper Test (FPT) pada seleksi KPU Kabupaten Kota maupun KPU Jawa Barat, sejumlah mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat menggeruduk Kantor KPU Jawa Barat di Jalan Garut Bandung, Kamis, 4 Oktober 2018.

Mereka menuntut KPU transfaran dalam penilaian seperti yang jadi alasan KPU RI kepada timsel.

“Kami menuntut KPU Jabar juga transparan akan hasil seleksi, layaknya KPU RI yang memerintahkan Timsel melihat kembali hasil tes,” kata Korlap Aksi, Dewex Anugrah.

Menurut Dewex, selaksi KPU di Jawa Barat seperti main pingpong. Nama-nama yang sudah diumumkan timsel diubah kembali seenaknya.

loading...

“Padahal kalau betul orang dicoret nilainya buruk kenapa diumumkan lolos. Dan ini sangat menciderai moralitas penyelenggara pemilu karena disinyalir sarat kepentingan,” ujarnya.

Untuk itu, agar dirasa adil bagi semua, seluruh hasil seleksi harus transfaran agar tidak muncul dugaan-dugaan liar.

“Katanya Pemilu harus jujur dan adil. Bagaimana menghasilkan pemilu jurdil tadi kalau ditahapan seleksi saja sudah main pingpong,” ucap Dewex.

Dewex pun mengungkapkan KPU tidak profesional, selain merubah nama juga memperpanjang masa kerja Timsel yang seharusnya habis 31 Juli tapi diperpanjang kembali sampai 30 September 2018.

“Apakah untuk memuluskan berbagai modus demi meloloskan orang-orang KPU sendiri yang dianggap satu ikatan ideologi, titipan politisi maupun dugaan berbau kolusi. Nah kalau bersih dari unsur itu kenapa baru terjadi di Pemilu 2019 ?. Jangan-jangan ada kekuatan besar yang gerah ketika hegemoni mereka mulai tidak kuat lagi di Jawa Barat,” ujar Dewex.

Dewex juga mengultimatum KPU jika ada upaya tersistematis serta masif untuk menggocang stabilitas politik di Jawa barat di Pemilu 2019. Pasalnya pencoretan nama-nama yang sudah lolos seperti ditandai bahwa orang ini bukan kelompok dia dan sebagainya.

Baca Juga  Dominasi PPP dan PDIP Berakhir, Gerindra Pemenang Pileg di Kab Tasikmalaya

“Ingat KPU RI itu dipilih parpol di Komisi 2. Jangan-jangan ada intervensi balas jasa atas rekruitmen ini,” tuturnya.

Untuk itu, GMNI Jawa Barat mendesak KPU untuk membuka hasil proses tahapan seluruh komisioner kepada publik, mengajak seluruh elemen masyarakat mengevalusi putusan yang diieluarkan KPU RI, mendesak lembaga-lembaga pengawasan pemilu untuk turut serta mengkroscek dan memeriksa atas upaya-upaya pelanggaran kode etik yang di lakukan KPU RI, dan mengajak masyarakat dan seluruh element demokrasi mengawasi proses ini serta melaksanakan proses pemilu secara jujur, adil, dan terbuka sejak seleksi.

*FPT
Anggota KPU Jabar, Nina Yuningsih mengatakan bahwa saat ini KPU Jabar sedang melaksanakan tahap Fit and Proper Test (FPT) 16 KPU Kabupaten Kota. Ia masih rapat setelah tadi pagi sampai sore hari menyelesaikan FPT untuk KPU Karawang, Depok, Indramayu dan Kota Cirebon.

Dan siapa saja yang lolos, kata Nina, akan diumumkan besok hari Jum’at, 5 Oktober 2018, sehingga 16 KPU Kabupaten Kota segera memiliki komisioner depinitif.

“Perihal kekosongan karena SK 16 KPU Kabupaten Kota habis, kerja tahapan dihandel KPU Jabar. Yang jelas sedang merampungkan FPT dulu untuk selanjutnya rapat internal,” ujarnya.

Adapun mengenai tuntutan GMNI, Nina belum menjawab. (Mesa)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close