Peristiwa

UMK Kota Banjar Terendah Di Jabar, Perusahaan Tunggu Edaran

BANJAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2019 pada Rabu, 21 November 2018.

Melalui Keputusan Gubernur Jabar Nomor 561/kep 1220-yanbangsos/2018 bahwa terendah adalah Kota Banjar Rp 1,68 juta dan tertinggi Karawang Rp 4,2 juta. Keputusan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2019.

Kabid Perlindungan Ketenaga Kerjaan, Tata Indrawisasta, didampingi Kasi P4 Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Khaerunisa membenarkan UMK Kota Banjar paling rendah se-Jawa Barat.

“Ya betul paling rendah. Tapi sebetulnya naik delapan persenan dari semula satu koma lima juta sebelumnya. Ini hasil analisa inflasi tahun ini yang mencapai tiga 3 persenan,” kata Kabid Perlindungan Tenaga Kerja, Tata, Kamis, 22 November 2018.

Menurut Tata, kebutuhan layak hidup di Kota Banjar masih diangka Rp 1,3 juta. Dengan UMK seperti itu masih ada selisih Rp 200 ribuan.

“Masih bisa save dua ratus ribuan. Diluar biaya sekunder dan tersier,” ujarnya.

Mengenai angkatan kerja, Tata mengakui masih rendah yaini 3000 orang pertahun dengan 60 persen bekerja di luar Kota Banjar dan 40 persennya di Banjar.

Dilain pihak Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Anwar Hartono berharap dengan rendahnya UMK Kota Banjar memberi peluang investor masuk ke Kota Banjar.

Akan tetapi, berbanding lurus dengan sisi lain yang harus diperjuangkan DPRD yakni bagaimana investor masuk dan UMK pun naik.

Untuk itu, DPRD berharap beriringan karena kunci kesejahteraan tenaga kerja dalam upah.

Sementara itu, Manajer Harian PT Alba, Cristanto mengaku belum menerima salinan Surat Edaran (SE) dari Pemkot Banjar perihal ketentuan UMK.

PT Alba tak ada urusan dengan Provinsi karena yang dipatuhi SE dari Pemkot Banjar.

Baca Juga  Rusuh Hingga Bakar Gedung DPRD, Demo Hampir di Seluruh Papua

“Kita nggak ada urusan dengan provinsi. Yang kita patuhi SE dari pemerintahan Kota Banjar,” ucapnya dan siap melaksanakan kenaikan UMK kalau sudah jadi ketetapan.

Berikut daftar besaran UMK 2019 di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat :

  1. Kabupaten Karawang Rp 4.234.010,27
  2. Kota Bekasi Rp 4.229.756,61
  3. Kabupaten Bekasi Rp 4.146.126,18
  4. Kota Depok Rp 3.872.551,72
  5. Kota Bogor Rp 3.842.785,54
  6. Kabupaten Bogor Rp 3.763.405,88
  7. Kabupaten Purwakarta Rp 3.722.299,94
  8. Kota Bandung Rp 3.339.580,61
  9. Kabupaten Bandung Barat Rp2.898.744,63
  10. Kabupaten Sumedang Rp2.893.074,72
  11. Kabupaten Bandung Rp2.893.074, 71
  12. Kota Cimahi Rp2.893.074,71
  13. Kabupaten Sukabumi Rp2.791.016,23
  14. Kabupaten Subang Rp2.732.899,70
  15. Kabupaten Cianjur Rp2.336.004,97
  16. Kota Sukabumi Rp2.331.752,50
  17. Kabupaten Indramayu Rp2.117.713,61
  18. Kota Tasikmalaya Rp2.086.529,61
  19. Kabupaten Tasikmalaya Rp2.075.189,31
  20. Kota Cirebon Rp2.045.422,24
  21. Kabupaten Cirebon Rp2.024.160,07
  22. Kabupaten Garut Rp1.807.285,69
  23. Kabupaten Majalengka Rp1.791.693,26
  24. Kabupaten Kuningan Rp1.734.994,34
  25. Kabupaten Ciamis Rp1.733.162,42
  26. Kabupaten Pangandaran Rp1.714.673,33
  27. Kota Banjar Rp1.688.217,52

(Yudi)

Keterangan foto : Kabid Perlindungan Ketenaga Kerjaan, Tata Indrawisasta, didampingi Kasi P4 Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Khaerunisa

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close