Upaya AMPEG Selamatkan Lingkungan Berbuntut Pelaporan ke Polisi

oleh -

TASIKMALAYA – Upaya AMPEG (Aliansi Masyarakat Peduli Galunggung) untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat tambang menemui tanda tanya.

Asep Denden, perwakilan AMPEG, tidak menyangka upayanya dalam menyelamatkan lingkungan berbuah pelaporan dirinya kepada polisi.

” pergerakan kami tidak dalam konteks menghalang-halangi aktivitas tambang ” katanya saat memenuhi panggilan dari Polres Tasikmalaya, untuk dimintai keterangan, (10/02/2021) mengutip dari priangan.com.

Ia dilaporkan oleh seseorang yang entah siapa kepada Polres Tasikmalaya dengan pengaduan menghalang-halangi kegiatan tambang.

Menurutnya, pihaknya memang sudah intens menyuarakan penolakan penambangan pasir di wilayah Galunggung, terutama daerah Leuweung Keusik.

” yang kami tanyakan bahwa apakah izin tersebut memang pantas dikeluarkan atau tidak? dengan melakukan kajian kembali, itulah yang kami harapkan” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa tempat yang rencana akan menjadi kawasan pertambangan, itu disebut dinding ari, yang fungsinya bisa mencegah ketika ada bencana.

” mohon ini difahami para isntansi terkait ataupun pemangku kebijakan baik di tingkat kabupaten atau tingkat provinsi” jelas Pengasuh Ponpes Nurul Huda, Kubanghurang tersebut.

Ecep Sukmanagara, pengacara yang mendampingi Asep Denden di Polres menjelaskan bahwa AMPEG banyak menemukan prosedur izin tambang yang belum terpenuhi oleh pihak pengusaha.

” disini jelas bahwa pergerakan AMPEG itu hanya mempertanyakan apakah izin tambang ini sudah sempurna atau belum” kata Ecep.

Jadi menurutnya jelas, upaya AMPEG bukan untuk menghalang-halangi.

Sebagai informasi bahwa di kawasan seluas 8 hektar tersebut banyak ditumbuhi pohon bambu dan aren yang menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar.

Penulis : Mesa
Sumber : Priangan.com

Baca Juga :  Sepuluh Ribu Tanda Tangan Untuk Pengelolaan Sampah di Singaparna

Berikan komentar