Peristiwa

Warga Desa Ponorogo Jalan Kaki 7 Km Demi Air Bersih

PONOROGO – Warga di Dukuh Jenggring, Desa Duri, Kecamatan Slahung alami kekeringan sejak bulan Mei. Dan demi mendapatkan air bersih warga harus menempuh jarak sejauh 5-7 kilometer.

“Ada 3 sumber air yang diandalkan warga, kalau sumber pertama nggak ada, terus pindah ke sumber lainnya,” tutur warga setempat Srinatun, Selasa (16/7/2019). dilansir dari detik

Menurut Srinatun, dia bersama 200 warga lain bahkan rela mengantre air hingga larut malam. Sebab, warga harus bergantian mengambil air.

“Antrenya lama sampai malam, soalnya yang butuh (air) juga banyak. Gimana lha wong mau minum saja nggak ada air,” terang dia.

Kades Duri Dwi Mahmudin membenarkan bahwa wilayahnya sedang krisis air. Sehingga warga rela harus mencari sumber air hingga ke dataran rendah.

“Kadang warga patungan untuk beli air di tandon, isi 2.200 liter itu Rp 150 ribu,” kata Dwi.

Hal ini terpaksa dilakukan karena tidak adanya pasokan sumber air bersih. Akhirnya dia pun membuat laporan ke BPBD untuk segera mengirim air bersih.

“Kalau bisa harus tetap ada bantuan air bersih dari BPBD, saat ini sumur dalam masih proses dibangun dan belum selesai,” tandas dia.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Setyo Budiono menambahkan pihaknya saat ini tengah gencar melakukan pengiriman di tiga desa, Desa Gabel Kecamatan Kauman serta Desa Caluk dan Desa Duri Kecamatan Slahung.

“Untuk Duri ini butuh 3 tangki per minggu, kalau Caluk dan Gabel butuh 2 tangki per minggu,” paparnya.

Budi menambahkan tiap kali pengiriman pihaknya selalu menyediakan 2 armada dengan masing-masing tangki berisi 6 ribu liter air.

“Kita akan terus melakukan pengiriman, karena menurut prediksi BMKG puncak kemarau akan terjadi pada Bulan Agustus-September,” pungkas dia.

Baca Juga :  Polres Ciamis Amankan Ratusan Botol Miras dan Narkoba

Sumber : detik
Editor : Mesa

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: