Hukum

Warga Kecewa Sidang Gugatan Leuwi Keris Ditunda

TASIKMALAYA – Gugatan 43 Warga Terdampak Bendungan Leuwi Keris Cineam Kabupaten Tasikmalaya kecewa karena Sidang Pembacaan Duplik untuk mengetahui Jawaban Tergugat atas gugatan warga ditunda.

Semula tanggal 27 November 2018 diundur menjadi tanggal 10 Desember 2018 dengan alasan Ketua Majelis Hakim sedang mengikuti Pelatihan Profesi.

Salah satu Kuasa Hukum warga, Ecep Sukmanagara, SH pun kecewa karena sebelumnya Majelis Hakim sendiri yang memutuskan Sidang Pembacaan Duplik pada Selasa, 27 November 2018.

“Padahal kami sudah menunggu dari pukul sebelas sampai setengah tiga. Tapi ditunda tanggal sepuluh desember nanti,” kata Ecep, Sabtu, 1 Desember 2018 melalui press rilisnya.

Menurut Ecep, ditundanya persidangan tidak bisa ditolerir lagi demi kehormatan hukum Indonesia. Apalagi ketukan palu hakim sesuatu yang sakral sebagai keputusan yang wajib dipatuhi.

“Kalaupun ada penundaan kenapa tidak diberitahukan sebelumnyya sehingga warga tidak jauh-jauh datang ke Pengadilan. Kasihan lah,” ujarnya.

Perwakilan warga, Heri Ferianto mengaku sangat kecewa karena warga akan memberikan fakta hukum baru dipembuktian. Warga mengendus adanya juali beli tanah yang diduga tanah milik negara.

Proses Perkara Gugatan Nomor : 38/PDT.G/2018/PN.TSM antara 43 Penggugat warga terdampak proyek Bendungan Lewikeris senilai Rp. 1.999 Triliun, melawan Tergugat I KJPP Adnan Hamidi & Rekan, Tergugat II Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS Citanduy), Tergugat III Kepala ATR/BPN Kantah Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan pihak Turut Tergugat I Bupati Tasikmalaya, Turut Tergugat II Gubernur Jawa Barat, Turut Tergugat III Menteri PUPR dan Turut tergugat IV Presiden RI Joko Widodo.

(Mesa)

Baca Juga  Ridwan Kamil Disebut dalam Sidang Suap Meikarta
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close