Desa

Warga Lapor Ke Sri Mulyani Ada Kades Beli Rumah Baru

JAKARTA – Pencairan dana desa tahap pertama sudah dimulai sejak bulan januari 2020. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan banyak informasi dari media sosial (sosmed). Salah satu informasi yang didapat adalah mengenai kepala desa yang menyalahgunakan anggaran dana desa.

Sri Mulyani sendiri belakangan ini aktif sekali berselancar di media sosial seperti Instagram dan twitter.

“Kalau di sosmed banyak feedback ke saya, ibu tolong diawasi dana desa bu, Kades saya baru beli rumah baru, dan lain-lain,” kata Sri Mulyani The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

“Sekarang sosmed itu, saya bisa menerima banyak feedback, dan itu benar-benar overwhelming,” tambahnya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 856,94 triliun. Anggaran tersebut terbagi dari transfer ke daerah sebesar Rp 784,94 triliun dan dana desa Rp 72 triliun.

Menurut Sri Mulyani, khusus dana desa nantinya akan dikucurkan ke sekitar 75 ribu desa. Di mana, masing-masing desa rata-rata mendapatkan anggaran Rp 900 juta sampai Rp 3 miliar. Anggaran yang besar ini butuh sosok yang tepat untuk mengelolanya.

Pasalnya, dana sesa ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan membuat wilayah tersebut keluar dari zona ketertinggalan.

“Sekarang banyak yang kepengin jadi kepala desa, karena ternyata pertama dapat gaji secara langsung dari pemerintah, terus ada anggaran pastinya. Jadi orang ‘wah senang juga yah jadi kades’,” jelas dia. dikutip dari detik.

Agar tidak ada kesalahan dalam pengelolaan keuangan desa, dirinya pun membutuhkan kepala desa yang paham serta mampu mengelola anggaran pemerintahan. Dia mencontohkan seperti kepala desa Ponggok di Klaten. Dari pengelolaan sumber mata air, kini desanya mampu menghasilkan Rp 15 miliar setiap tahunnya.

Baca Juga :  Pengembangan Wisata Embung Hutadaa Gunakan Dana Desa

“So, kalau kita punya kepala-kepala desa yang bagus, they really can change the lot of people real, cepet sekali. Dia bangga katakan bahwa sekarang semua anak-anak di desa itu dapatkan scholarship, dia udah ada 5 anak. Karena dia bisa indentifikasi jumlah anak-anak di desanya, per keluarga berapa anak, dan skeolah di mana,” tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Penulis : Mesa
Sumber : Detik

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: