ReligiSejarah

Pesantren Al-Huda Cikalang : Warisan Amaliyah Yang Tidak habis 7 Turunan

MediaDesa.id – Keberadaan Pesantren di Tasikmalaya telah cukup lama, Sejak abad 16 M di Tasikmalaya telah berdiri pusat pendidikan Islam yang dipelopori Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Walaupun demikian tidak ada satu referensi yang memastikan pusat pendidikan keagamaan Islam di Pamijahan di istilahkan dengan pengertian pesantren pada saat ini.
Baru sekitar di awal abad 19 pusat pendidikan Islam Tasikmalaya diistilahkan sebagai pesantren, pada awalnya nama-nama pesantren ini menggunakan nama Kampung tempat keberadaan pesantren, seperti pesantren kudang, pesantren cipasung, pesantren condong, namun kemudian pada masa rezim Orde Baru pesaatren tersebut telah ditambahkan dengan istilah arab, bahkan sebagian pesantren telah banyak yang diganti namanya dengan bahasa arab, namun demikian masyarakat masih tetap lebih mengenal pesantren tersebut dengan nama Desa atau Kampungnya.
Keberadaan sebuah pesantren di Tasikmalaya dapat disimpulkan bahwa pesantren yang menggunakan nama Desa atau Kampungnya adalah sebagai pesantren yang didirikan sejak abad 19 sampai dengan masa Orde lama, sementara Pesantren dengan menggunakan nama bahasa Arab saja adalah Peantren yang lahir pada masa Orde Baru.

Seperti halnya sebuah Pesantren Al-Huda yang berada di kampung Cikalang Pasantren Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. seperti yang disampaikan oleh Ajengan enung (Pimpinan pesantren Al-Huda) bahwa “Pesantren ini pada awalnya dikenal dengan nama Pesantren Cikalang, baru sekitar tahun 2000 namanya dirubah menjadi Pesantren Al-Huda”, tetapi mayoritas masyarakat Tasikmalaya tetap mengenal nama pesantren tersebut sebagai Pesantren Cikalang.
Pesantren ini telah berdiri sekitar awal abad 19, tetapi mulai berkembang pesat di bawah kepemimpinan K.H. Bakri sekitar tahun tahun 1930. Pada awalnya pesantren Cikalang hanya sebuah masjid kecil (surau) yang didirikan oleh warga Desa Cikalang sebagai tempat melaksanakan solat berjamaah dan pengajian. “Dari beberapa keterangan para sesepuh Cikalang sebelum K.H. Bakri, pesantren ini telah lama ada dipimpin oleh bapaknya yaitu H. Tabiq, namun saya tidak tau kapan persisnya pesantren ini berdiri” Ujar ajengan Enung saat diwawancarai oleh Mediadesa.id.
Ajengan enung menyampaikan, bahwa pesantren Cikalang sempat vacum tidak ada yang mengelola selama kurang lebih 10 tahun, hingga saat dirinya kembali dari pesantren (mukim) kegiatan pesantren mulai diaktifkan lagi. “Saya saat ini hanya baru dapat menjalankan leluhur saya untuk menjaga keberadaan Sakola Agama (Madrasah Diniyah) mudah-mudahan kedepan banyak yang tertarik untuk mondok di Pesantren Cikalang, karena kami berencana akan mendirikan sekolah dilingan pesantren ini, mohon dukungannya semua pihak”, ujar ajengan Enung, penuh harap. (Andi Ibnu Hadi)

Baca Juga  Cigalontang Terpapar Ideologi Islam Radikal?
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close